Ujian untuk MUI

- Kamis, 25 November 2021 | 23:00 WIB
Abu Rokhmad Musaki (sm/dok) 
Abu Rokhmad Musaki (sm/dok) 

Tidak tertutup kemungkinan, pengurus MUI sendiri juga memiliki keinginan yang sama. Pengurus yang tidak setia dengan visi dan misi MUI atau yang menggunakan logo MUI untuk jualan politik-ekonomi, patut diduga melakukan ‘pembubaran MUI’ secara pelan-pelan.

Baca Juga: 6 Minuman Ini Bersihkan Ginjalmu

Muaranya berawal pada rekrutmen pengurus MUI yang hampir tanpa syarat. Semuanya bisa masuk dan dimasukkan.

Hal ini diperparah dengan suara pengurus yang menyatakan bahwa MUI adalah rumah atau tenda besar umat Islam tetapi tidak memahami konteksnya.

Akibatnya, ormas Islam yang jumlahnya ratusan buah itu merasa berhak menjadi bagian dari MUI. Tanpa bercermin diri apakah visi dan misinya organisasi dan pengurusnya sejalan dengan visi dan misi MUI apa tidak.

Ketiga, penangkapan itu menyadarkan kita semua, khususnya MUI dan pengurusnya bahwa MUI tidak bisa dikelola dan diurus sembarangan.

Baca Juga: Motor Trail Listrik Len Dibekali Spek Militer Mumpuni, Ini Fitur-Fiturnya

Pengurus MUI tidak boleh hanya bermodal semangat beragama dan memiliki teriakan takbir paling kencang.

Ada ilmu dan akhlak yang diharus dipedomani. Dunia politik juga wajib dimengerti supaya tahu dan pandai menimbang berbagai keuntungan dan resiko politik yang bakal dihadapi.

Berkali-kali saya suarakan, tidak semua orang setuju dan mendukung langkah dan perjuangan MUI. Tidak sedikit Ormas Islam yang iri dengan peran yang dimainkan MUI di masyarakat.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X