Ujian untuk MUI

- Kamis, 25 November 2021 | 23:00 WIB
Abu Rokhmad Musaki (sm/dok) 
Abu Rokhmad Musaki (sm/dok) 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penangkapan salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Pusat dalam kasus dugaan terlibat jaringan terorisme (19/11/2021), menyimpan banyak ibrah yang patut diambil oleh umat Islam.

Pertama, penangkapan ini adalah bukti kesekian bahwa radikalisme dan ekstrimisme beragama itu nyata adanya.

Ia bukan mitos. Ia berbahaya, bukan hanya untuk agama kita tetapi juga Negara kita. Kita patut waspada agar paham radikal tidak makin menyebar di masyarakat. Kita meyakini bahwa MUI tidak terlibat dengan jaringan terorisme.

Baca Juga: Kalahkan Persika 1-0, PSISa Salatiga Berpeluang ke Semifinal

Kedua, virus radikalisme dan ekstrimisme beragama sudah masuk ke semua lini dan instansi, termasuk Ormas Islam seperti MUI.

Masuknya orang berpaham radikal di tubuh MUI sudah diidentifikasi atau diasumsikan cukup lama. Dugaan ini semakin menguat ketika oknum pengurus MUI Pusat secara sengaja berbicara dan menyebarkan gagasannya, termasuk menunjukkan dukungannya kepada paham dan atau organisasi radikal.

Pengurus Ganas Annar MUI Jateng Drs H Eman Sulaeman MH, belum lama ini mengukuhkan Pengurus Daerah Ganas Annar MUI Kab Wonosobo. Pengukuhan berlangsung di Pendapa Kabupaten disaksikan Ketua MUI Wonosobo Dr Mukhotob Hamzah, Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat SAg, Wabup Drs H Muh Albar MM, Kapolres AKBP Ganang Nugroho Widhi dan Ketua Ganas Annar MUI Wonosobo Dr H Mahfud Junaidi MH. (SM/dok)

Sejujurnya, momentum penangkapan itu sudah ditunggu lama. Selain untuk membuktikan dugaan bahwa MUI Pusat telah diinfiltrasi oleh paham radikal, penangkapan itu akan dijadikan senjata untuk menyerang MUI.

Wacana agar MUI dibubarkan sudah lama ada dan tagar “bubarkan MUI” merupakan bungkus baru tetapi isinya sama saja. Dengan kata lain, penangkapan pengurus MUI dalam kasus dugaan terlibat jaringan terorisme merupakan momentum yang tepat untuk ‘menghabisi’ MUI.

Kelompok yang bersuara kencang untuk membubarkan MUI sangat kompleks dan luas. Kebanyakan berasal dari orang per orang, termasuk public figure dan oknum ormas Islam.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Lirik Sholawat Huwannur dengan Latin dan Artinya

Jumat, 30 September 2022 | 11:39 WIB

Meneladani Keluarga Nabi

Jumat, 30 September 2022 | 10:12 WIB

Pitutur: Sekti Tanpa Aji-aji

Jumat, 30 September 2022 | 09:44 WIB

Strategi “Perang” Rasulullah dalam Berbisnis

Jumat, 30 September 2022 | 08:26 WIB

Sholawat Robbahu Inna Munaya dengan Latin dan Artinya

Kamis, 29 September 2022 | 13:47 WIB

Amalkan, 5 Doa Mujarab untuk Meminta Jodoh Terbaik

Kamis, 29 September 2022 | 12:10 WIB
X