Tidak Shalat Masuk Golongan Kafir, Ini Dasar Hukumnya

- Rabu, 9 Juni 2021 | 15:11 WIB
Ketua MWC NU Kecamatan Banyuwangi H. Akhmad Musollin didapuk sebagai imam dan khotib pada shalat gerhana bulan
Ketua MWC NU Kecamatan Banyuwangi H. Akhmad Musollin didapuk sebagai imam dan khotib pada shalat gerhana bulan

Sedangkan menurut jumhurul ulama, bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan tidak mengingkari kewajibannya, tidak membuatnya kafir, akantetapi fasik yang disuruh bertaubat.

Jika tidak mau bertaubat, maka dihukum mati, bukan kafir murtad menurut Asy-Syafi’i dan Malik. Abu Hanifah berkata, “Tidak dibunuh, tetapi dita’zir dan disekap (dipenjara) sampai mau shalat.”

Meskipun shalat tidak diwajibkan kecuali kepada muslim yang berakal dan baligh, hanya saja shalat dianjurkan untuk diperintahkan kepada anak-anak yang sudah berumur tujuh tahun. Dan dipukul jika tidak mengerjakannya setelah berusia sepuluh tahun.

Ini agar shalat menjadi kebiasaannya. Seperti dalam hadits, “Perintahkan anakmu shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah ia jika berusia sepuluh tahun, pisahkan tempat tidur mereka.” (Ahmad, Abu Daud, dan Hakim, yang mengatakan hadits ini shahih sesuai dengan persyaratan Imam Muslim)

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekudhung Walulang Macan

Jumat, 21 Januari 2022 | 03:17 WIB

Penyakit Umat Beragama

Jumat, 21 Januari 2022 | 03:13 WIB
X