KH Syamsuri Brabo, Terpaksa Menggadaikan Kitab

Red
- Jumat, 4 Juni 2021 | 22:10 WIB
KH Syamsuri Brabo (sm/dok)
KH Syamsuri Brabo (sm/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Al-Muhajirin demikian nama masjid yang berada di komplek Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

Awal ceritanya, pada medio 1960 “masjid panggung” yang merupakan sarana ibadah kaum Muslimin, tempat mengaji dan pusat aktivitas santri ini kayu lantainya rusak berat. Sebagai sesepuh pesantren, Kiai Syamsuri merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu. Maka, beliau pun menyampaikan unek-uneknya di hadapan para santri dan warga setempat.

Mengingat lantai kayu masjid itu perlu dibenahi, beliau mengusulkan agar kayu lama dari Masjid Jragung (Demak) bisa dimanfaatkan untuk mengganti lantai masjid Al-Muhajirin Brabo yang rusak tersebut.

Singkat kisah, para santri dan warga tergerak untuk menghimpun amal jariyah secara sukarela. "Ternyata, dana yang terkumpul untuk renovasi masjid waktu itu belum juga mencukupi," kata Ustaz Muchit, alumnus pesantren yang kini tinggal di Karaban Pati.

Melihat kondisi ini, Kiai Syamsuri tidak tinggal diam. Setelah memutar otak, Kiai Syamsuri memutuskan untuk menggadaikan “kitab pusaka” miliknya (Syarah Bukhori; sebanyak 12 jilid). Sasaran yang dituju adalah toko buku Toha Putera di Semarang. Kepada si pemilik toko (Anwar), Sang Kiai berpesan agar kitab tersebut tidak dijual kepada orang lain. Beliau berjanji satu saat akan kembali untuk menebus kitab kesayangannya itu.

Baca Juga: Warga Kudus Diimbau di Rumah Saja Saat Akhir Pekan

Tak lama berselang, konon Kiai Hamid Kajoran (Magelang) berkunjung ke gerai buku miliki Anwar di Kota Semarang. Setelah melihat-lihat aneka macam kitab yang tertata rapi di rak buku, pandangan Kiai Hamid terpaku pada setumpuk kitab di pojok ruangan. Ya! Itu tak lain adalah kitab Syarah Bukhori yang digadaikan Kiai Syamsuri kepada Anwar.

Kiai Hamid pun mendekati tumpukan kitab, memungut dan membukanya halaman demi halaman. Beliau terpukau pada kitab langka yang telah diasah-asahi alias diberi makna Jawa dengan tulisan Arab pegon yang begitu rapih dan elok.

Lantaran yang ngersakake (baca: menginginkan) kitab itu adalah seorang ulama kharismatik dan sangat disegani, maka pemilik toko pun memberikannya begitu saja.

Hadiah Bersyarat

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Mendalami Alquran Melalui Grammar

Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:57 WIB

Kiai Muhtadi, Ulama Ahli Pawang Udan

Jumat, 18 Juni 2021 | 02:43 WIB

Edukasi Medsos Maslahah

Jumat, 18 Juni 2021 | 02:36 WIB

Thenguk-Thenguk Nemu Kethuk

Jumat, 18 Juni 2021 | 02:29 WIB

Tugas Pengurus MUI

Jumat, 18 Juni 2021 | 02:24 WIB

Baiti Jannati, Rumahku Surgaku

Jumat, 11 Juni 2021 | 01:31 WIB

Abot Telak Karo Anak

Jumat, 11 Juni 2021 | 01:29 WIB

Maqashid Syariah Pembatalan Haji

Jumat, 11 Juni 2021 | 01:26 WIB

KH Syamsuri Brabo, Terpaksa Menggadaikan Kitab

Jumat, 4 Juni 2021 | 22:10 WIB

Istiqamah dan Kebahagiaan Berkeluarga

Jumat, 4 Juni 2021 | 22:03 WIB

Duwur Wekasane Endek Wiwitane

Jumat, 4 Juni 2021 | 21:48 WIB

Istithaah dalam Ibadah Haji

Jumat, 4 Juni 2021 | 21:41 WIB
X