Transformasi Digital Pesantren

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:10 WIB
Dosen FAI Unissula, Samsudin. (suaramerdeka.com/dok)
Dosen FAI Unissula, Samsudin. (suaramerdeka.com/dok)

suaramerdeka.com - Seiring dengan derasnya arus akselerasi teknologi digital, saat ini masyarakat global tengah mengalami perubahan yang cukup mendasar di hampir semua sektor kehidupan. Digitalisasi pun telah memasuki dunia pendidikan. 

Hal ini dapat dilihat, peserta didik dapat mengakses materi pelajaran melalui internet. Guru juga dapat dengan mudah menyampaikan materi ajarnya secara online.

Pembelajaran di kelas seolah tersimplifikasi menjadi rombongan belajar yang terhimpun dalam grup-grup media sosial. Bahkan perkuliahan lebih dinamis dilaksanakan melalui kelas virtual.

Inilah konsekuensi logis dari perkembangan teknologi digital, dimana terjadi pergeseran dari aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, berpindah ke dunia digital.

Lantas bagaimana dengan lembaga pendidikan pesantren? Menghadapi perubahan yang demikian cepat, konsistensi pesantren meletakkan perannya sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan yang mampu mengikuti perkembangan kini kembali dihadapkan pada tantangan di era digital.

Dari perjalanan historis yang cukup panjang, keberadaan lembaga pendidikan pesantren tidak diragukan lagi mampu bersikap adaptif menerima dinamika perubahan, bahkan menjadi lokomotif yang mengawal pelestarian nilai-nilai agama, etika, dan budaya.

Watak adaptif pesantren tak dapat dilepaskan dari jati dirinya sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia.  

Hal ini dapat dibuktikan bahwa kitab kuning digital dapat dengan mudah diunduh melalui aplikasi teknologi.

Banyak kitab-kitab kuning yang dipelajari di pesantren kini dapat diakses melalui aplikasi pintar misalnya kitab klasik yang membahas tentang pendidikan seperti Ta’lim al-Muta’allim, kitab yang membahas tentang aqidah seperti Fathul Majid, kitab yang membahas gramatika alfiyah Ibnu Malik dan Sharaf Amtsilatut Tashrif, kitab yang membahas tentang fiqh seperti Fathul Qarib, Kifayatul Akhyar, Fathul Mu’in, kumpulan kitab hadits seperti Ensiklopedi Hadits 9 Imam, sejumlah kitab tafsir seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan masih masih banyak kitab-kitab lain yang diajarkan di pesantren dapat diperoleh melalui inovasi aplikasi teknologi.

Bahkan transformasi digital pesantren telah merambah pada ranah pembelajaran kitab kuning secara online oleh seorang kyai, dapat disimak para santri dimanapun berada, baik santri yang berdomisili lintas propinsi maupun lintas negara melalui program pembelajaran ngaji online.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Doa Nabi Adam AS, Memohon Ampunan kepada Allah SWT

Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:06 WIB

Selektif Memilih Pengurus

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:09 WIB

Komunikasi Jadi Pilar Kebahagiaan Keluarga

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:01 WIB

Bungah Sajeroning Susah, Susah Sajeroning Bungah

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:54 WIB

Ini Keutamaan Membaca Tasbih dan Tahmid

Kamis, 2 Desember 2021 | 07:08 WIB

Ini Manfaat Dahsyat dari Membaca Doa Sebelum Tidur

Senin, 29 November 2021 | 17:04 WIB

5 Nasehat Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi

Sabtu, 27 November 2021 | 03:37 WIB
X