KH Abdullah Siroj, Ulama Pejuang dari Ajibarang

Red
- Kamis, 30 September 2021 | 22:01 WIB
KH Abdullah Siroj. suaramerdeka.com/Repro
KH Abdullah Siroj. suaramerdeka.com/Repro

NAMA aslinya Bunyamin. Putra pasangan Kiai Musthofa dan Nyai Mukminah ini di kemudian hari dikenal sebagai KH Abdullah Siroj Ajibarang. Bunyamin kecil lahir di Banjarnegara pada 10 Ramadan 1314.

Semasa remaja, Bunyamin muda menimba ilmu di sejumlah pondok pesantren. Sebelum nyantri di Tremas Pacitan, dirinya lebih dulu belajar nahwu di Pesantren Lirap Kebumen. Tidak kurang dari 12 tahun cucu Kiai Imam Tabri (Purwokerto) itu ngangsu kawruh di rantau.

Sepulang dari Tremas, orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Siti Maryam binti Kiai Abdul Chalim Kober. Namun pernikahan itu tidak bertahan lama. Mereka berpisah alias furqoh sebelum dikaruniai keturunan.

Setelah bercerai, Kiai Bunyamin kembali melanjutkan belajar di Tremas. Kali ini ia bertemu pemuda bernama Hasyim, yang berasal dari Karangasem Purbalingga. Pertemuan tersebut mengantarkannya menikah dengan Siti Zaenab, putri seorang petanus di Karangasem.

Awal mulanya, pemuda Hasyim mengajak sahabatnya (Bunyamin) singgah dan berdakwah di desanya. Diam-diam Penatus Somadikrama mengamati dan mengetahui kealiman Kiai Bunyamin. Singkat kisah, sang Penatus menjodohkan anak bungsunya yang bernama Siti Zaenab dengan Kiai Bunyamin.

Setelah menikah, pasangan Bunyamin-Zaenab untuk sementara waktu tinggal di Purbalingga, sebelum akhirnya bermukim dan merintis dakwah di Ajibarang Banyumas.

Sekitar tahun 1930 Kiai Bunyamin alias KH Abdullah Siroj merintis pesantren di daerah Ajibarang. Santri yang datang mayoritas dari daerah Jawa Barat.

Di samping mengajar para santri, KH Abdullah Siroj juga melakukan dakwah ke sejumlah desa di wilayah Ajibarang, sebagian wilayah Jatilawang, Majenang, Kedungbanteng, dan Baturraden.

Pada masa perjuangan fisik melawan penjajah, KH Abdullah Siroj bergabung dalam Laskar Hisbullah bersama para gerilyawan lain di bawah komando Jenderal Soedirman.

KH Abdullah Siroj mengkoordinir Laskar Hisbullah dari Ajibarang, sedangkan sang adik (Kiai Muzammil) memimpin Laskar Hisbullah dari Wangon. Kakak-beradik itu bergabung dengan tentara gerilyawan dalam Palagan (pertempuran) Ambarawa.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X