KHM Mustajab, Pendiri Pondok Islahut Tholibin

- Kamis, 23 September 2021 | 22:25 WIB
KHM Mustajab, Pendiri Pondok Islahut Tholibin. (suaramerdeka.com/dok)
KHM Mustajab, Pendiri Pondok Islahut Tholibin. (suaramerdeka.com/dok)

Untuk nyantri di Banjarnegara, saat itu harus ditempuh dengan jalan kaki sekitar 1 hari perjalanan. Melewati lembah dan hutan yang masih banyak hewan buasnya serta berbekal seadanya.

Sebagaimana dikisahkan ayah saya, KH Muhammad Thoha, suatu saat ketika Muhammad Mustajab dan Muhammad Idris pulang nyantri, di hutan belantara bertemu dengan harimau yang sedang menyantap kijang hasil buruannya dengan bismillah memohon perlindungan Allah Swt alhamdulillah Muhammad Mustajab dan Muhammad Idris dapat pulang dengan aman.

Selama nyatri di Pondok Pesantren Al Fatah Parakan Canggah, Muhammad Mustajab dan Muhammad Idris dibimbing langusng oleh KH Abdul Fatah. Ada kisah menarik yang diceritakan KH Muhammad Thoha putra KH Muhammad Mustajab ketika ayahnya nyantri.

Suatu malam KH Abdul Fatah keluar menuju masjid untuk menjalankan shalat tahajud, KH Abdul Fatah melihat para santri tertidur lelap di serambi Masjid termasuk Muhammad Mustajab, saat itu KH Abdul Fatah melihat ada satu santri yang kelihatan bersinar terang lalu didekatinya dan sarungnya dibundeli atau diikat ujung bagian bawah sarungnya sebagai tanda. Keesokan paginya bakda shalat subuh para santri berkumpul di Masjid untuk tadarus Al- Qur’an.

Dihadapan para santri yang mengaji, KH Abdul Fatah mengumumkan,”Coba lihat siapa diantara santri yang sarungnya ada bundelannya, ngacung,” pinta KH Abdul Fatah.

Kemudian para santri sibuk mencari bundelan di sarungnya masing-masing, ternyata yang sarungnya ada bundelannya adalah Muhammad Mustajab, lalu tunjuk jari disertai ucapan khamdalah oleh para santri lainya. Selanjutnya KH Abdul Fatah mengatakan, “Sekarang yang mulang ngaji Muhammad Mustajab.”

Sejak saat itu Muhammad Mustajab dipercaya penuh oleh KH Abdul Fatah untuk mengajar para santri lainya, di Pondok Pesantren, Muhammah Mustajab banyak menulis dan mengarang kitab, puluhan kitab ditulis olehnya.

Diantara kitab karangannya tentang tasawuf yaitu kitab Risalah Latifah fi Bayani Ba’aiati Dzikri wa Silsilah Salsilatil Qodiriyah wa Naqsabandiyah.

Usai mondok di Pesantren Al Fatah, Muhammad Mustajab melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren di Kediri, Jawa Timur hingga penghujung akhir abad 18.

Setelah dirasa cukup bekal ilmu yang dimiliki Muhammad Mustajab pulang ke Kaligowong untuk mengabdi ke masyararakat dengan mendirikan Masjid dan Pondok Pesantren.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Ini Manfaat Dahsyat dari Membaca Doa Sebelum Tidur

Senin, 29 November 2021 | 17:04 WIB

5 Nasehat Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi

Sabtu, 27 November 2021 | 03:37 WIB

Menutup Aurat bagi Muslimah

Kamis, 25 November 2021 | 23:21 WIB

Aja Lali Karo Asale

Kamis, 25 November 2021 | 23:12 WIB

Ujian untuk MUI

Kamis, 25 November 2021 | 23:00 WIB

Penanda Shalat Segera Dimulai, Berikut Lafal Iqamah

Kamis, 25 November 2021 | 16:58 WIB

Agar Tidak Mudah Mengantuk, Ini Doa yang Dapat Diamalkan

Selasa, 23 November 2021 | 06:46 WIB
X