KH. Abdullah Sajad, Perintis Dakwah di Semarang Wetan

- Jumat, 17 September 2021 | 05:50 WIB
Makam KH. Abdullah Sajad di Maqbaroh Nolo Sendangguwo Tembalang. (suaramerdeka.com / dok)
Makam KH. Abdullah Sajad di Maqbaroh Nolo Sendangguwo Tembalang. (suaramerdeka.com / dok)

Suaramerdeka.com - KH Abdullah Sajad bin KH Abdurrahman (Pengkol) bin Kiai Moh RifaI bin Moh. Zakaria (Pangeran Sokopuro) bin Abdullah (atau Bambang Kertonadi atau Hasan Munadi).

Dari berbagai sumber menyebutkan KH Abdullah Sajad adalah salah satu santri KH Sholeh Darat.

Namun pada zaman siapa yang seangkatan dengan dia tampaknya masih harus ditelusuri sejarahnya.

KH Abdullah Sajad termasuk santri yang kinasih.

Baca Juga: Perempuan dan Literasi Keuangan

Sesaat akan mengakhiri menjadi santri di Darat, Kiai Shoaleh berpesan agar mengembangkan Islam di Semarang bentangan Wetan (timur).

Mbah Sajad selanjutnya menempati sebuah desa di Sendangguwo.

Menurut KH Dzikron Abdullah, pengasuh pondok pesantren Ad-Dainuriyyah-2, Semarang, istilah bentangan timur, memang berasal dari Kiai Sholeh Darat.

Wasiat atau pesan lain adalah agar anak cucunya juga dididik untuk dapat mengembangkan agama Islam dan mendirikan pondok pesantren.

Baca Juga: Ingin Meningkatkan Produktifitas Kerja? Ikuti Tips Ini

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teladan Suci Keluarga Rasullah SAW

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:28 WIB

Mumpung Padang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:22 WIB

Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:17 WIB

Transformasi Digital Pesantren

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:10 WIB

Amalkan Shalawat Ini, Dapatkan Syafaat di Hari Kiamat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:12 WIB
X