Pelatda Bulutangkis NPCI Jateng Didominasi Atlet Muka Baru

- Senin, 19 April 2021 | 05:42 WIB
JANGKAU SHUTTLECOCK: Pemain pelatnas NPCI Jateng berusaha menjangkau shuttlecock dalam pelatda di GOR Rahma Kadipiro, Solo. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
JANGKAU SHUTTLECOCK: Pemain pelatnas NPCI Jateng berusaha menjangkau shuttlecock dalam pelatda di GOR Rahma Kadipiro, Solo. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com – Tantangan besar mengadang tim bulutangkis National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021. Betapa tidak. 70 persen lebih awak tim pelatda yang saat ini menjalani training camp (TC) di Solo itu, merupakan atlet-atlet debutan.

‘’Total terdapat 22 pebulutangkis yang masuk pelatda. Sejumlah 16 orangnya adalah muka-muka baru, serta hanya enam orang yang pernah bertanding pada Peparnas Jabar 2016,’’ kata pelatih kepala pelatda bulutangkis NPCI Jateng, Yunita Ambar Wulandari, Minggu (18/6).

Para pebulutangkis yang pernah bertarung di ajang nasional adalah Sri Yanti asal Sragen yang turun di kelas disabilitas SL3 dan Nur Juani (SL4/Semarang). Selain itu atlet putra Purwadi (WH2/Sragen), Karnadi (SU5/Sragen), Saktyo Arjanggi Wijangsangko (SS6/Sragen) dan Syahrul Darmawan (TRW/Solo).

‘’Sebenarnya banyak pebulutangkis Jateng berjam terbang tinggi. Tapi sesuai ketentuan NPCI Pusat, mereka tak bisa membela tim Jateng karena disiapkan untuk ASEAN Para Games (APG) Vietnam 2021 yang hanya selisih sekitar sebulan seusai Peparnas di Papua,’’ tutur Ambar.

Menurut Ambar, mereka merupakan bagian dari awak tim yang diandalkan dalam memburu medali pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Tanah Air itu. Namun persaingan menghadapi atlet-atlet daerah lain juga diperhitungkan semakin ketat. ‘’Maka seluruh atlet yang masuk pelatda harus ditempa secara intensif. Tak hanya fisik dan teknik, namun mental bertanding juga mesti terus dipupuk,’’ ujar Ambar yang berduet dengan pelatih Jarot Hernowo dalam meracik tim tersebut.

Dia mengakui, tugas berat dalam menyiapkan tim bulutangkis Jateng, terutama menggembleng para atlet debutan. Sebab, tentu tidak mudah untuk mendongkrak mental para atlet yang belum pernah berduel di ajang nasional.

Ambar pun belum berani menjawab, saat disinggung mengenai target perburuan medali emas pada Peparnas mendatang. Dia menyatakan akan memperhitungkan lebih dulu dengan nomor-nomor yang nantinya ditetapkan dalam tecnical hand book (THB) Peparnas, serta peta kekuatan tim-tim rival. ‘’Jika THB sudah dirilis, mungkin kami dapat melakukan prediksi target dalam perburuan emas,’’ jelasnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

The Minnion Incar Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Senin, 26 Juli 2021 | 20:38 WIB
X