Tim Bulutangkis NPCI Belum Maksimal di Dubai, Meski Leani Genggam 2 Emas

- Senin, 5 April 2021 | 11:05 WIB
TINGGALKAN ARENA: Leani Ratri Oktila dengan pasangannya Hari Susanto meninggalkan arena laga di Dubai. (suaramerdeka.com / dok)
TINGGALKAN ARENA: Leani Ratri Oktila dengan pasangannya Hari Susanto meninggalkan arena laga di Dubai. (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com – Tim pelatnas bulutangkis National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) belum maksimal pada kejuaraan internasional di Dubai, Uni Emirat Arab, yang berakhir Minggu (4/4). Capaian tim proyeksi Paralympic Games Tokyo 2021 itu belum memenuhi harapan, kendati pebulutangkis dunia Leani Ratri Oktila menggenggam dua medali emas.

‘’Berdasarkan kalkulasi di atas kertas, raihan tim di bawah target. Memang tidak seluruh kekuatan dikeluarkan. Karena tujuan ke Dubai, tidak semata-mata mengejar emas,’’ kata Wakil Sekjen NPCI Pusat, Rima Ferdianto.

Leani menyabet emas dari nomor tunggal klasifikasi SL4. Tandem dengan Khalimatus Sadiyah, dia juga meraih gelar juara ganda putri SL3-SU5. Selain itu tim Merah-Putih merebut tiga perak dan sekeping perunggu. Medali perak diraih pasangan Leani/Hari Susanto dari nomor ganda campuran SL4-SU5, duet Fredy Setiawan/Suryo Nugroho di arena ganda putra SU5, serta Dheva Anrimusthi dari nomor single SU5. Sementara perunggu disabet Suryo Nugroho dalam pertarungan tunggal putra SU5.

Tujuh atlet pelatnas turun pada kejuaraan internasional bulutangkis difabel yang kali pertama digelar sejak pandemi Covid-19 itu. Selain Rima, tim dikawal salah seorang pelatih Yunita Ambar Wulandari dan Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) NPCI, Sapta Kunta Purnama.

Beberapa atlet yang diunggulkan, gagal mencapai gelar tertinggi. Duet nomor satu dunia, Leani/Hari kalah dari pasangan Lucas Mazur/Faustine Noel (Prancis). Demikian pula Dheva Anrimusthi, menjadi runner up di bawah Cheah Liek Hau (Malaysia). Bahkan Ukun Rukaiendi gagal menembus tiga besar.

‘’Pemain-pemain lawan lebih siap. Lagi pula setahun terakhir tidak ada event dunia karena pandemi Covid-19. Akibatnya, performa atlet terutama mental bertandingnya belum pulih. Nanti semua akan dievaluasi dan segera diperbaiki,’’ tutur pelatih Ambar.

Rima menambahkan, sasaran utama tim itu pada Paralympic Games 2021. Ajang di Dubai menjadi sasaran antara, untuk mengembalikan semangat juang dan atmosfer pertarungan internasional. Di samping itu, guna mengetahui peta persaingan calon-calon rival mereka di Tokyo mendatang. ‘’Rekaman pertandingan bisa jadi bahan evaluasi pelatih dan manajer untuk membenahi tim,’’ ujar Rima

Editor: Andika

Tags

Terkini

The Minnion Incar Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Senin, 26 Juli 2021 | 20:38 WIB
X