Skandal Match Fixing Pebulutangkis Indonesia, PBSI: Mereka Bukan Atlet Pelatnas

- Sabtu, 9 Januari 2021 | 11:18 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Delapan pebulutangkis Indonesia disanksi Federasi Bulutangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) terkait kasus match fixing. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyebut kedelapan orang tersebut bukan dari atlet pelatnas. PP PBSI, melalui Ketua bidang Humas dan Media PP PBSI, Broto Happy, telah mengetahui dan mengutuk keras adanya perilaku match fixing dari pebulutangkis Indonesia.

"Kalau PBSI mungkin bisa saya wakili (dalam memberi pernyataan). Intinya kami mengutuk keras adanya dugaan ilegal. Meskipun mereka semua yang diduga terlibat tidak ada satupun pemain penghuni Pelatnas. Tidak, tidak ada satupun pemain penghuni Pelatnas. Sudah saya cek maupun yang dulu atau sekarang," kata Broto baru-baru ini, Sabtu (9/1).

Baca juga: Duh! 8 Pebulutangkis Indonesia Terlibat Match Fixing, Dapat Sanksi BWF

Seperti diberitakan sebelumnya, BWF melakukan investigasi terhadap delapan pebulutangkis Indonesia atas dasar laporan dari whistleblower. Pada prosesnya, kedelapan pebulutangkis Indonesia yang belum diketahui namanya tersebut dinyatakan melanggar peraturan integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, manipulasi pertandingan, dan atau taruhan bulutangkis.

BWF sendiri telah menjatuhkan sanksi kepada delapan pebulutangkis Indonesia tersebut usai melakukan investigasi mendalam. Tiga pemain mendapat hukuman berat yakni diskors dari semua kegiatan yang berkaitan dengan bulutangkis seumur hidup. Sementara lima lainnya diskors antara enam sampai 12 tahun dan denda masing-masing antara US Dollar 3.000 dan US Dollar 12.000.

Baca juga: Pebulutangkis Indonesia Terlibat Match Fixing, Menpora Prihatin

BWF sendiri tetap memberikan kesempatan kepada delapan pebulutangkis Indonesia yang tersandung kasus match fixing ini untuk mengajukan banding atas sanksi diberikan. Soal itu, PBSI memilih menunggu.

"Saya belum tahu legal standingnya seperti apa. Apa mereka berdiri sendiri atau mewakili (PBSI). Saya belum tahu mesti ditanyakan ke bagian hukum soal posisi hukumnya. Kami mungkin masih menunggu bagaimana perkembangannya. Karena pemain ini di luar Pelatnas, kalau penghuni Pelatnas sudah jelas aturannya," jelasnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X