Wakil Ketua Komisi V: Pemerintah Harus Evaluasi Seluruh Alutsista

- Rabu, 28 April 2021 | 20:15 WIB
(suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
(suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, yang juga Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi meminta pemerintah melakukan evaluasi total atas seluruh Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang dimiliki. Hal itu menyusul musibah yang menimpa kapal selam Nanggala 402 saat latihan di Perairan Bali.

Desakan tersebut disampaikan Arwani saat mengunjungi kediaman keluarga Serda Dwi Nugroho prajurit Nanggala 402, di Desa Sumbergirang  Lasem dan Letda Munawir di Desa Pacar Kabupaten Rembang, Rabu, 28 April 2021.

Arwani datang ditemani perwakilan pengurus DPC PPP dan Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Rembang. Politisi asli Lasem ini mengungkapkan, musibah yang menimpa Nanggala 402 menjadi sebuah konfirmasi harus adanya langkah-langkah pemerintah terkait Alutsista yang digunakan.

Alutsista yang digunakan oleh prajurit harus benar-benar dalam kondisi layak guna. “Selaku anggota DPR kami minta pemerintah mengevaluasi semua. Peristiwa Nanggala mengonfirmasi harus ada langkah-langkah dari pemerintah, alutsista betul-betul layak digunakan,” papar dia.

Menurut Arwani, idealnya pembeliaan Alutsista untuk fasilitas menjaga kedaulatan Negara harus dalam kondisi baru. Namun, yang juga lebih penting adalah standar pemakaian dari Alutsista yang dibeli oleh pemerintah. “Idealnya Alutsista (dibeli) baru. Tetapi terpenting adalah standar pemakaian, fokusnya di sana. Berdayaguna, layak sesuai standar internasional,” ujarnya.

Arwani berharap, ke depan Alutsista yang dimiliki Indonesia bisa lebih baik. Meski masa pandemi Covid-19 masih berlangsung, namun Alutsista tetap harus jadi perhatian karena menyangkut aspek pertahanan.

“Untuk anak-anak prajurit yang gugur menjadi syuhada, pemerintah harus memberikan perhatian, harus ada jaminan kesehatan. Untuk anak-anak prajurit diberikan beasiswa sampai perguruan tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, ayah Serda Dwi Nugroho, Sudiyanto menyebutkan, sempat merasakan firasat sebelum kejadian nahas menimpa anaknya di kapal selam Nanggala. Firasat tersebut adalah ia membersihkan foto-foto anaknya yang terpajang di ruang tamu rumah, 2 hari sebelum kejadian.

“Kalau libur pasti ke sini semalam, dan setelah itu ke Sale tempat keluarga istrinya. Anaknya saya punya 2 anak, usia 7 tahun dan 3 tahun,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X