Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustina: Butuh Kolaborasi Pihak Terkait

- Jumat, 23 April 2021 | 08:24 WIB
SALAM WONDERFUL INDONESIA: Peserta Bintek Penerapan CHSE di Destinasi Wisata dari Kemenparekraf melakukan salam Wonderful Indonesia. (suaramerdeka.com / Basuni Hariwoto)
SALAM WONDERFUL INDONESIA: Peserta Bintek Penerapan CHSE di Destinasi Wisata dari Kemenparekraf melakukan salam Wonderful Indonesia. (suaramerdeka.com / Basuni Hariwoto)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak terkait dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Apalagi memang banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Baik secara langsung dan tidak langsung serta melibatkan banyak orang. Selain itu, di era seperti saat ini, media sosial (medsos) memiliki peranan penting dalam mempromosikan dan memasarkan berbagai produk dan jasa usaha lainnya.

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti, saat acara Pembinaan Teknis (Bintek) Penerapan CHSE ( Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) di Destinasi Wisata, di Hotel The Sunan Solo, Kamis (22/4). Bintek kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatuf (Kemenparekraf) itu diikuti pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dari Kabupaten Sragen.

Acara menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta semua peserta dirapid test antigen terlebih dahulu. “Bintek ini mengumpulkan berbagai macam elemen yang ada  untuk bisa memajukan Sragen dan tentunya masyarakatnya juga. Ternyata banyak sekali pihak yang mengantungkan hidupnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, dan itu butuh kolaborasi untuk pengembangannya,” kata Agustina.

Baca juga: Ini Penjelasan Menko PMK soal Tempat Wisata Tetap Buka

Peserta bintek terdiri atas berbagai lapisan, ada mahasiswa yang juga pegiat medsos yang memiliki folllower atau pengikut yang jumlahnya cukup lumayan, pengusaha batik serta pengusaha lainnya. Mereka dipertemukan di forum bintek itu untuk bisa berkolaborasi.

Agustina mengatakan, dari kegiatan itu ditemukan adanya berbagai masalah yang dihadapi para peserta, yang merupakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Misalnya pengusaha batik yang masih butuh promosi batik mereka. Mereka berharap bisa mempromosikan usaha mereka di medsos, agar bisa semakin dikenal masyarakat global. Juga promosi tempat-tempat wisata, termasuk desa-desa wisata yang saat ini semakin banyak dikembangkan di Sragen.

“Nanti kami akan buat bintek untuk pembuatan konten batik bagi anak-anak atau mahasiswa yang memiliki passion untuk itu. Nanti akan dipilih siapa yang mau dan dibuka pendaftaran serta tes yang memang untuk mengetahui minat mereka. Kalau tidak memiliki passion pasti akan lebih sulit untuk diajari,” tandas anggta DPR dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Baca juga: Wisata Selama Larangan Mudik, Kewaspadaan Tetap jadi Prioritas

Sementara untuk pengembangan tempat wisata, nantinya akan mendapat bantuan dari Kemenparekraf dan juga dinas pariwisata setempat. Di masa pandemi ini, pariwisata dan ekonomi kreatif harus terus dibangkitkan, agar para pelakunya tetap bisa bertahan hidup. Salah satunya adalah mempromosikan wisata lewat medsos, agar bisa dikenal masyarakat luas.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

PDIP: Desa Sebagai Orientasi Pengabdian

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Munas Alim Ulama, PPP Kumpulkan 4 Gubernur di Semarang

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:38 WIB

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X