Jasiman Minta Pemprov Evaluasi Penerapan Prokes Sebelum Penerapan PTM

- Rabu, 21 April 2021 | 16:11 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Jasiman meminta agar pemerintah melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan pembelajaran tatap muka (PTM) sebelum diterapkannya aktivitas belajar mengajar tersebut pada masa pandemi Covid-19, di seluruh sekolah di Jawa Tengah.

Evaluasi tersebut, sebagai respon Jasiman atas meninggalnya tiga orang guru di SMAN 1 Gondang, Sragen setelah positif terpapar Covid-19, pekan lalu. Meskipun sekolah tersebut tidak termasuk yang menjadi ujicoba penerapan PTM di Jawa Tengah.

Ia khawatir jika tidak dilakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan, juga jika pelaksanaannya tidak sesuai Surat Keputusan Bersama empat menteri tentang PTM maka kejadian serupa akan terulang.

“Pertama saya ucapkan belasungkawa atas berpulangnya tiga pahlawan pendidikan di Sragen. Sekaligus juga menjadi bahan evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan pendidikan sebelum melakukan PTM secara menyeluruh,” kata Jasiman.

Menurut Jasiman, PTM hanya bisa diterapkan secara utuh oleh sekolah yang telah mengikuti SKB empat Menteri terkait penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Sebelum PTM harus dipastikan semua guru, kepala sekolah, dan semua unsur tenaga pendidikan harus sudah melaksanakan vaksin. Karena menteri pendidikan menyebutkan bahwa tenaga pendidikan, terutama pendidikan dasar akan menjadi prioritas dalam vaksinasi dengan melihat kebutuhan dan dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan bahwa PTM saat ini menjadi sebuah dilema di mana dalam kondisi pandemi yang menuntut tidak melakukan banyak aktifitas di luar, tapi juga dihadapkan dengan derasnya arus permintaan dari tenaga pendidikan yang menginginkan diterapkannya PTM. Terutama kalangan pendidikan dasar seperti paud, TK, SD, yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran online.

“Sebetulnya PTM merupakan respon pemerintah terhadap permintaan karena banyaknya orang tua murid juga tenaga pendidikan tingkat dasar yang mengalami kesulitan dalam PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Karena memahami pelajaran untuk usia dini tidak mudah juga dalam pendidikan dasar dibutuhkan juga pendidikan karakter disamping pembelajaran keilmuan,” tuturnya.

Ia juga menerima keluhan dari orang tua murid yang juga mengalami kesulitan, dalam mengajarkan pelajaran di rumah baik karena kesibukan maupun kapasitas orang tua murid dalam mengajarkan mata pelajaran.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Kumpulkan 4 Gubernur di Semarang

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:38 WIB

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X