Pengambilan Kebijakan Impor, Negara Harus Pertimbangkan 3 Faktor

- Senin, 29 Maret 2021 | 09:50 WIB
Foto: wikipedia
Foto: wikipedia

JAKARTA, suaramerdeka.com - Proses pengambilan kebijakan impor yang dijalankan negara harus mempertimbangkan tiga faktor ini yakni supply, demand, dan koordinasi antar lembaga negara agar tidak merugikan masyarakat. “Dampaknya sudah pasti kalau kita impor besar-besaran harga barang akan murah, apalagi jika dapat diproduksi oleh masyarakat kita harga barangnya akan jatuh,” tegas Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina dalam siaran persnya.

Sebelum adanya proses pengambilan kebijakan impor, politisi PKS ini juga mempertanyakan apakah ada koordinasi yang dilakukan. Hal itu tak lepas dari adanya pernyataan bahwa Direktur Utama Perum Bulog yang menyampaikan bahwa tidak adanya koordinasi terkait impor 1 juta ton beras. “Kalau sekarang sedang panen raya, kenapa harus impor? Apakah kita tidak menahan impor tersebut?” tandas Nevi mempertanyakan terkait kebijakan impor dari pemerintah.

Ia menegaskan, pemerintah harus menyelesaikan permasalahan peningkatan kualitas produksi dalam negeri agar dapat meningkatkan mutu produk lokal. “Selain meningkatkan kualitas produksi para produsen, sama juga strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif melalui berbadai kanal media,” jelas Nevi.

Pemerintah juga diharapkan giat meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta hal itu harus dikoordinasikan dengan pengambilan kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat "Fraksi PKS sebagai partai oposisi akan terus melakukan check and balance agar pemerintah dapat memperhatikan bagaimana kebijakan akan berpengaruh besar kepada rakyat," pungkasnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Hadapi Pemilu 2024, Airlangga Hartarto Minta Doa Ulama

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:28 WIB

PDIP: Desa Sebagai Orientasi Pengabdian

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:31 WIB
X