Rumah Tangga Terdampak Pandemi Covid-19, Perlu Kebijakan Menyeluruh untuk Mengatasi

- Kamis, 11 Maret 2021 | 09:48 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dampak pandemi Covid-19 menciptakan berbagai perubahan di sejumlah sektor dalam skala negara hingga rumah tangga. Diperlukan kebijakan yang menyeluruh agar mampu mengatasi permasalahan di setiap kelompok masyarakat di tanah air.

"Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada negara, tetapi juga secara langsung berdampak pada unit terkecil dari negera yaitu rumah tangga," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi virtual bertema Menakar Dampak Sosial Ekonomi Rumah Tangga dan Langkah Antisipasinya yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (10/3).

Menurut Lestari, terganggunya perekonomian rumah tangga juga menyebabkan gangguan sosial dan kesehatan terhadap anggota keluarga seperti ibu dan anak dalam rumah tangga. Dampak gangguan ekonomi keluarga, jelas Lestari mendapat respon yang berbeda dari setiap kelompok masyarakat. Pada masyarakat kelompok pra sejahtera menyebabkan potensi kerawanan pangan terhadap anak meningkat.

Baca juga: Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Perlu Dibangun Kesadaran Bersama

Selain itu, kata anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, dampak psikologis juga diderita orang tua dan anak karena mengalami tekanan sosial dalam menjalani kehidupan di masa pandemi. Dengan beragamnya dampak sosial dan ekonomi di masa pandemi yang dialami berbagai kelompok masyarakat, Lestari berharap, para pemangku kepentingan mampu menerapkan kebijakan yang komperhensif untuk mengatasi beragamnya dampak pandemi yang dialami masyarakat.

Deputy Director of Research and Outrech SMERU, Athia Yumna mengungkapkan, berdasarkan survey yang dilakukan SMERU pada Oktober-November 2020 terhadap 12.216 responden di 34 provinsi, terungkap bahwa dampak pandemi Covid-19 sangat parah terhadap rumah tangga.

Athia mengungkapkan, tiga dari empat rumah tangga mengalami penurunan pendapatan, sebanyak 14% pencari nafkah terpaksa pindah kerja dengan sektor pertanian dan konstruksi sebagai penyerap tenaga kerja. Fakta lainnya, ujar Athia, setengah dari responden tidak memiliki tabungan. Berdasarkan kondisi itu, Athia menyarankan, agar para pemangku kepentingan memperhatikan kesehatan fisik dan mental anak dan perempuan yang merupakan kelompok yang rentan mendapatkan gangguan di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Pembahasan RUU PRT, Lestari Moerdijat: Jangan Abaikan Hak Pekerja Rumah Tangga

Kepala Pusat Penelitian Bidang Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 di sektor ekonomi saat ini sangat berat. Karena di masa pandemi ini perekonomian kelompok masyarakat kalangan bawah mengalami kontraksi, di sisi lain kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi menahan konsumsi. Program vaksinasi, menurut Agus, akan sangat berpengaruh terhadap proses percepatan pemulihan ekonomi nasional 2021.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X