Ratu Kalinyamat Diajukan Pahlawan Nasional, Perlu Fakta Baru dan Peran Aktif Pemda

- Minggu, 20 September 2020 | 10:55 WIB
Ratu Kalinyamat Diajukan Pahlawan Nasional, Perlu Fakta Baru dan Peran Aktif Pemda. (suaramerdeka.com/dok)
Ratu Kalinyamat Diajukan Pahlawan Nasional, Perlu Fakta Baru dan Peran Aktif Pemda. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perlu penguatan fakta-fakta baru untuk mendukung argumentasi dalam proses pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. Menurut Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, peran aktif Pemerintah Kabupaten Jepara sangat diperlukan sebagai pihak yang mengajukan Ratu Jepara itu sebagai pahlawan nasional.

"Sudah cukup banyak studi literatur yang ditemukan tentang Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional, tetapi masih diperlukan bukti - bukti arkeologi berupa benda-benda peninggalan yang memperkuat studi literatur tersebut," kata Lestari Moerdijat saat menjadi pembicara dalam focus group discussion secara daring “Menghidupkan Peran Besar Ratu Kalinyamat dalam Pembentukan Karakter Cinta Tanah Air”, Sabtu (19/9) kemarin.

Langkah selanjutnya menurut Lestari, harus disiapkan pemberian makna yang kuat bahwa pemberian gelar Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional adalah sebuah keniscayaan dari sudut pandang sejarah nasional Indonesia.

Terpenting, dalam pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional, menurut wanita yang akrab disapa Rerie itu adalah political will dari pemerintah daerah. "Pemerintah daerah harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional," tambahnya.

Beberapa proses dalam pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional mendatang, menurutnya sangat krusial. Sehingga pengajuan argumen sebagai dasar penetapan pahlawan nasional, harus sempurna tidak ada celah untuk ditolak.

Selain Legislator Partai NasDem juga menyampaikan, saat ini juga ada usulan untuk membuat kajian dari sudut pandang perempuan yang berjuang di bidang kemaritiman. "Ratu Kalinyamat punya konsep kemaritiman yang sangat relevan untuk diangkat ke tingkat nasional sebagai acuan," tambah Rerie.

Direktur Institute for Maritime Studies Dr Connie Rahakundini Bakrie berpendapat kepemimpinan Ratu Kalinyamat di bidang maritim harus disebarkan dengan cara kekinian kepada masyarakat. "Karena genersi milenial saat ini kekurangan role model kepahlawanan nasional," tambahnya.

Ratu Kalinyamat, menurut Connie, di masanya punya visi untuk membangun kawasan dengan menggalang kerja sama dengan kerajaan Johor, Aceh, Cirebon dan Banten.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata Jepara Ida Lestari menyatakan, Pemda Kabupaten Jepara sangat mendukung proses pengajuan pahlawan nasional terhadap Ratu Kalinyamat. Bahkan, hari jadi Kabupaten Jepara diambil dari saat dinobatkannya Ratu Kalinyamat sebagai ratu pada 10 April 1549.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Kumpulkan 4 Gubernur di Semarang

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:38 WIB

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X