Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Bom Waktu

- Kamis, 20 Agustus 2020 | 13:57 WIB
Razia masker (Istimewa)
Razia masker (Istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 dinilai akan menjadi bom waktu jika tidak ditangani secara sungguh-sungguh. Terlebih, sampai saat ini, banyak langkah pemerintah yang mengundang blunder.

"Antara lain penerapan new normal yang tidak dikaji secara matang, sehingga memunculkan klaster-klaster baru seperti perkantoran," kata anggota DPR RI Mardani Ali Sera, Kamis (20/8).

Selain itu, kebijakan kunjungan kerja untuk memicu ekonomi juga menambah klaster baru. Karenanya, dia mempertanyakan mau sampai kapan kebijakan tanpa grand design yang jelas dan based on science lintas bidang tersebut diteruskan.

"Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo menyatakan hati-hati dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19. Hal ini ironi, mengingat puncak gelombang pertama saja belum kita ketahui  Khsususnya jika melihat grafik kasus positif Covid-19 yang selalu meningkat," ujarnya.

Dia menegaskan, pandemi di Indonesia belum menemui titik terang. Bahkan, kasus positif baru masih terus bertambah. Meski terlambat, kata dia, langkah mencegah persebaran mesti menjadi fokus.

"Sehingga, perlu diterapkan 3T, yakni test, tracing dan treatment. Kemudian, diiringi dengan peraturan yang memaksa protokol kesehatan agar dipatuhi warga. Sebab, Covid-19 tidak hanya berbicara mengenai kesehatan individu, tetapi juga kesehatan masyarakat dan bangsa," tandasnya.

Kewalahan

Dalam kesempatan itu dia mengatakan, jika kasus terus meningkat namun fasilitas layanan kesehatan tidak bertambah, maka kapasitas bisa membludak. Sehingga petugas kesehatan bisa kewalahan.

"Tanpa langkah preventif yang masif dan terukur, jelas ini seperti pembiaran. Sebagai informasi, jumlah dokter kita terendah kedua di Asia Tenggara yakni 0,4 dokter per 1.000 penduduk," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X