Pemkot Semarang Diminta Perhatikan Kesejahteraan Guru PAUD

- Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:55 WIB
Pemkot Semarang Diminta Perhatikan Kesejahteraan Guru PAUD. (suaramerdeka.com/Pamungkas S Ashadi)
Pemkot Semarang Diminta Perhatikan Kesejahteraan Guru PAUD. (suaramerdeka.com/Pamungkas S Ashadi)

Bagaimana jadinya jika terjadi di daerah pelosok dan kabupaten, yang terkendala dengan sinyal? Pasti akan menimbulkan masalah yang lebih parah.

Dalam acara sesi tanya jawab itu, salah satu Kepala Sekolah KB Mutiara Hikmah Tembalang, Naning Sulistyowati menyampikan, imbas pandemi Covid-19 ini membuat orang tua enggan untuk mendaftarkan anaknya ke Pos PAUD. Kebanyakan orang tua beranggapan bahwa pembelajaran di Pos PAUD hanya bermain, dan hal itu bisa dilakukan di rumah. Akibatnya para guru PAUD jadi kekurangan murid. Dengan demikian kejadian ini membuat data Dapodik menjadi berkurang.

"Jika data dapodik berkurang, otomatis dana Bantuan Operasional Pendidik ikut berkurang yang juga berimbas berkurangnya gaji guru," jelasnya.

Menurutnya, untuk jenjang pendidikan TK dan KB di sekolah Mutiara Hikmah Tembalang merupakan sekolah murni swasta. Namun untuk Pos PAUD berada di bawah naungan RT,RW dan Kelurahan. Jadi untuk biaya operasional banyak ditopang oleh kelurahan. Kemudian untuk semua layanan baik dari TK, KB, dan Pos PAUD sudah mendapat BOP.

"Dalam satu tahun ada dua tahap dan untuk tahap pertama sudah diterima. Itupun untuk mengambil datanya tergantung data Dapodik, yang kami laporkan ke pusat," ujar Nining.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X