Komisi IX DPR RI: Perlu Revisi, Insentif Nakes di Batang Masih Timpang

- Kamis, 18 Juni 2020 | 16:00 WIB
Istimewa
Istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto yang membidangi kesehatan dan tenaga kesehatan (nakes) menilai, apa yang terjadi di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah itu jauh dari yang diharapkan oleh kalangan nakes. Karena, tunjangan atau intensif bagi tenaga medis yang diberikan Pemkab Batang menurutnya masih timpang atau tingkat selisihnya banyak.

“Dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum Rp 10 juta. Perawat Rp 800 ribu, lalu tenaga kesehatan yang lain Rp 5 juta. Kalau itu dirasakan oleh bupati tidak cukup, maka selisih perbedaan insentif ya jangan terlalu besar,” katanya, Kamis (18/6).

Pihaknya menyayangkan sikap Pemkab Batang yang justru menyediakan porsi intensif dengan nilai besar untuk tenaga manajerial. Artinya, mereka tidak paham bagaimana kesejahteraan para nakes yang ada di lapangan.

“Sebetulnya mereka ini punya risiko, mosok hanya Rp 800 ribu. Menurut saya tidak adil,” tegasnya.

Edy Wuryanto mengaku, ia merasakan apa yang dialami tenaga medis dan perawat yang berjuang dalam penanganan pandemi Covid-19. Sehingga, tidak ada salahnya bila mereka yang berjuang di garda depan mendapat apresiasi yang layak setara dengan pengorbanannya. Apalagi, yang bersangkutan juga secara tidak langsung telah membentuk jejaring pengaman sosial.

“Wilayah lain tidak jauh berbeda. Melihat apa yang terjadi di Kabupaten Batang, tentu merambat ke kabupaten/kota lain. Jadi mohon dengan sangat, Bupati Batang untuk merevisi insentif bagi nakes khususnya non-dokter,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Batang, Provinsi Jawa Tengah menyatakan akan segera mencairkan dana insentif bagi petugas kesehatan penanganan Covid-19 sebesar Rp 6,2 miliar Juni 2020 ini. Kepastian pencairan setelah Bupati Batang Wihaji meneken surat keputusan itu.

Insentif itu diberikan kepada semua petugas medis mulai dari petugas kebersihan rumah sakit, perawat hingga dokter baik ASN maupun non-ASN. Insentif diberikan selama tiga bulan, terhitung sejak April-Juni. Apabila pandemi Covid-19 belum berakhir, insentif akan diperpanjang.

“Dana insentif sebesar Rp 6,2 miliar bulan ini cair. Saya sudah menandadatangani Surat Keputusannya,” kata Bupati Batang Wihaji, Rabu (17/6).

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB
X