Pantau PTM Hari Pertama, Dinas Pendidikan Diminta Tak Sembrono

- Senin, 30 Agustus 2021 | 15:11 WIB
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto. (suaramerdeka.com/dok)
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kepala daerah diminta lebih berhati-hati dalam menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah di wilayahnya.

Vaksinasi bagi pendidik dan siswa mestinya menjadi dasar pengambilan kebijakan tersebut.

Saat ini sejumlah daerah telah menjalankan PTM. Hal itu dilaksanakan di berbagai jenjang pendidikan. termasuk di Kota Semarang.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengatakan kebijakan PTM yang diambil kepala daerah itu akan mempengaruhi semua sektor.

Baca Juga: Milenial Ramaikan Pasar Modal, Jangan Sampai Hanya Sekadar Ikut-ikutan

Jadi, dinas terkait yang secara teknis mengetahui kondisi wilayah secara detil, harus memberikan masukan yang tepat.

"Jika sampai ada klaster PTM, maka akan mempengaruhi sektor lainnya. Sektor kesehatan jelas, sektor ekonomi dan lainnya juga akan terkena imbas," kata Yudi Indras yang merupakan anggota Fraksi Gerindra DPRD Jateng usai melakukan pantauan pelaksanaan PTM, Senin (30/8).

Di berbagai wilayah telah melaksanakan PTM. Salah satunya di Kota Semarang yang terdapat ratusan sekolah PTM. Yakni ada 352 SD, 44 SMP.

Untuk sekolah swasta ada 51 SD dan 22 SMP serta 40 TK.

Baca Juga: Bupati Probolinggo Terjaring OTT KPK, Ali Fikri: Tunggu Hasil Penyelidikan Kami

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Siswa SMKN 3 Salatiga Juara Lomba Tingkat ASEAN

Selasa, 15 November 2022 | 06:05 WIB
X