PTM atau PJJ? Solusi Proses Pembelajaran di Masa Pandemi

- Senin, 30 Agustus 2021 | 10:30 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengunjungi pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 2 Semarang. (Dok. Disdik Kota Semarang)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengunjungi pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 2 Semarang. (Dok. Disdik Kota Semarang)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyebut sekolah yang berada di wilayah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 diizinkan untuk menggelar PTM.

“Alasannya, kita tidak bisa terus menunggu hingga pandemi Covid-19 ini tidak ada, walaupun angka-angka kasusnya sudah mulai turun di Indonesia. Tetapi pandemi ini tentunya akan menjadi suatu hal yang berkelanjutan. Insyaallah tidak akan ada seperti varian delta lagi, tetapi tetap saja kita tidak bisa terus menunda pembelajaran tatap muka,” kata Nadiem Makarim dalam "30 Minutes with Mendikbudristek", pekan lalu.

Peluang pelajaran tatap muka ini memang bak menjadi oase segar bagi para siswa, yang memang sudah lama 'merindukan' hal tersebut. Bukan apa-apa, Pembelajaran jarak jauh alias PJJ, memang masih menyimpan banyak kendala.

Para siswa SMP di Semarang juga menginginkan agar pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan, karena merasa jenuh dan bosan mengikuti pembelajaran di sekolah yang selama ini digelar secara online.

Putra Rizal. Siswa SMP N 40 Semarang mengatakan merasa bosan mengikuti pembelajaran secara online terus menerus sehingga berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir dan para siswa dapat segera melakukan pembelajaran tatap muka.

"Harapannya tidak ada corona lagi. Kemudian, segera dibuka pembelajaran tatap muka karena bosan online terus," kata Putra Rizal di SMP N 1 Semarang, Jalan Ronggolawe Timur, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Semarang.

Pelajar lainnnya, Nadila Bunga juga merasa jenuh lantaran pembelajaran di sekolah dilakukan secara online. Ia berharap, pembelajaran tatap muka segera dapat dilakukan.

"Saya berharap sekolah tatap muka segera dilaksanakan karena kalau online terus merasa jenuh," katanya.

Kesulitan dalam PJJ juga dirasakan para orang tua siswa. Agustini (40), salah satu warga Blora Kota menyatakan semula sempat gamang, bingung dengan ramainya pembicaraan di medsos yang mengatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali dialihkan ke PJJ.

"Saya bingung, juga kasihan anak-anak yang begitu bersemangat masuk sekolah, baru merasakan masuk satu hari ternyata sudah harus kembali sekolah dengan sistem daring. Tapi ya bagaimana lagi pasrah, meski jengkel juga lantaran anak-anak baru sekali masuk sekolah tidak bisa sekolah tatap muka,’’ ungkap Agustini.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

1.222 Guru Ikuti Uji Pengetahuan PPG

Selasa, 7 Desember 2021 | 22:27 WIB

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB
X