PJJ Sarat Beban Tugas, Dewan Pendidikan Imbau Siswa Cukup Terima Materi Esensial Saat Daring

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 18:46 WIB
Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jateng, Dr Ngasbun Egar (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jateng, Dr Ngasbun Egar (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Konsep pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hendaknya bisa dilaksanakan dengan cara menyampaikan materi-materi esensial (penting) saja.

Hal tersebut diharapkan dapat memudahkan para siswa menyerap pelajaran dengan baik. Sementara pemberian tugas kepada siswa hendaknya disampaikan secara wajar, dalam tataran yang memungkinkan untuk dikerjakan di hari tersebut.

''Jangan sampai PJJ terkesan kalau guru hanya menyampaikan tugas-tugas saja yang harus dikerjakan para siswanya. Dikhawatirkan pemantauan proses menjadi minim, terutama untuk usia-usia dini. Sementara untuk siswa dengan usia yang lebih dewasa, tentu relatif tidak menjadi masalah,'' ujar Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jateng, Dr Ngasbun Egar.

Direktur Paska Sarjana Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tersebut menambahkan, para siswa tentu akan sangat terbebani jika setiap harinya diberikan tugas terus-menerus pada saat PJJ.

Baca Juga: Nggak Mau Kalah sama yang Muda, Intip yang Tetap Cantik di Usia Senja

Apalagi proses pembelajaran dalam satu hari tidak hanya untuk satu mata pelajaran saja.

Namun bisa sampai tiga atau empat mata pelajaran dalam satu harinya. Untuk itu, hendaknya para guru bisa mengukur kemampuan daya serap belajar siswa dalam kurun waktu itu.

Apalagi persoalannya, para siswa pada keesokan harinya masih harus mengikuti pelajaran lagi. Faktor ini, kata Dr Ngasbun, yang harusnya dihitung dan diperhatikan para guru selaku pengajar.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 21:38 WIB
X