UPGRIS Terima Penghargaan Hibah Terbanyak dari Kemendilbud Ristek

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:32 WIB
Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr Muhdi, mendapatkan ucapan selamat dari para pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah. (suaramerdeka.com/dok)
Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr Muhdi, mendapatkan ucapan selamat dari para pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah yang memperoleh hampir semua skema hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), dalam rangka program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Beberapa skema hibah tersebut dikompetisikan Kemdikbud-Ristek, sebagai upaya mengakselerasi kebijakan MBKM.

"Alhamdulillah, UPGRIS dapat memenangi hampir semua skema hibah tersebut. Antara lain, program Kompetisi Kampus Merdeka diraih 2 program studi (Prodi), Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka diperoleh 4 Prodi, Bantuan Dana Mahasiswa mengikuti Transfer Kredit Internasional, dan program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI)."

Baca Juga: Kartu Nikah Digital Diluncurkan, Kemenag: Ini Bukan Pengganti Buku Nikah

"Kemudian, ada program Kampus Mengajar Angkatan I, Pertukaran Mahasiswa Merdeka Belajar, Kampus Mengajar Angkatan II, Pendampingan SMK Pusat Keunggulan, Bantuan Fasilitasi Tracer Study, dan lain-lainnya," tutur Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr Muhdi, seperti yang sudah pernah disampaikannya saat Dies Natalis ke-40 UPGRIS, Rabu (11/8).

Selanjutnya, menurut Dr Muhdi, UPGRIS telah melaksanakan dengan baik pengaplikasian dharma perguruan tinggi yaitu penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Termasuk bersama bangsa menghadapi pandemi Covid-19.

Bahkan sebagai institusi, UPGRIS memperoleh penghargaan dari Dirjen Dikti/LLDIKTI, sebagai institusi penerima hibah terbanyak dan meraih peringkat 1 Jawa Tengah (PTN-PTS) dan ke-7 Nasional bidang penelitian klaster utama.

Baca Juga: Dukungan Insentif Bantu Akselerasi BBM Ramah Lingkungan

"Sementara di bidang pengabdian kepada masyarakat, UPGRIS meraih penghargaan penerima hibah terbanyak ke-2 dari PTS LLDIKTI Wilayah VI dan ke-7 Nasional," ujar dia.

Selain itu, tambah Dr Muhdi, dalam bidang kemahasiswaan, UPGRIS sesuai visinya telah berhasil mendidik lulusan yang unggul, berjati diri atau berkarakter nasionalis religius.

Termasuk melakukan pembinaan kemahasiswaan dengan kegiatan yang terkait minat dan bakat. Baik bidang ilmiah, kewirusahaan, seni, maupun olahraga.

Berbagai prestasi, kata dia, diraih mahasiswa UPGRIS, baik tingkat regional, nasional dan internasional.

Baca Juga: Penggeledahan Rumdin Bupati Banjarnegara dan Orang Dekatnya oleh KPK Tuai Reaksi Masyarakat

Dibuktikan dengan raihan peringkat kegiatan kemahasiswaan yang menempati peringkat ke-27 Nasional, dan 5 besar Jateng PTN/PTS non Vokasi.

"Adapun dalam rangka membentuk jati diri UPGRIS yang berkarakter nasionalis religius, Upgris telah mengembangkan pendidikan dan latihan kepribadian yang bernama PIESQ manajemen 3.0. Merupakan pelatihan bagaimana mengelola kecerdasan fisik, intelektual, emosional, dan spiritual, serta memiliki pengetahuan terkait pendidikan bela negara," terangnya, yang juga menjabat Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah.

Tidak hanya itu, UPGRIS pada tahun ini kembali lolos dalam Kompetisi Mahasiswa Berprestasi tingkat LLDIKTI dan akan maju ke tingkat Nasional.

Dirinya berharap, UPGRIS dapat melaju sebagaimana beberapa tahun lalu masuk grand final.

Baca Juga: ABG Aksi Joget TikTok di Zebracross Hampir Ditabrak Motor, Komentar Pedas Netizen: Bikin Malu Klaten

UPGRIS juga mengikuti kompetisi robotik tingkat Nasional, lomba debat Bahasa Inggris, kompetisi debat mahasiswa Indonesia, Kreanova, mengirimkan mahasiswinya menjadi atlet softball putri Jateng pada PON di Papua, dan lain sebagainya.

"Untuk pengembangan SDM, fokus utama UPGRIS disamping meningkatkan jumlah dosen terutama pada prodi baru, juga kualifikasi dan jabatan akademiknya," ujarnya.

Jumlah dosen tetap, diluar dosen dari praktisi dan luar biasa tercatat ada sebanyak 338 orang, dengan 95 berkualifikasi pendidikan Doktor (S3).

"Jumlah itu meningkat dari sebelumnya yang hanya 74 orang, sedangkan 80 dosen lebih saat ini sedang studi S3 di luar maupun di dalam negeri," papar dia.

Terkait prasarana dan sarana yang ada, UPGRIS pada 2020-2021 terus melakukan pengembangan. Mulai dari fasilitas pembelajaran terutama terkait Learning
Management System, untuk memfasilitasi perkuliahan secara online dengan diterapkannya pembelajaran daring, juga sarana prasarana lainnya telah selesai
dibangun.

Letak bangunan tersebut berada di kompleks Kampus 4 UPGRIS, Jalan Gajah Raya No.30B, Sambirejo, Gayamsari.

"Misalnya seperti Asrama Mahasiswa 2-3 lantai, bantuan dari Kementerian PUPR RI, dan Gedung SMA Lab UPGRIS sebanyak 3 lantai," papar Dr Muhdi (ary)

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Ika FISIP Undip Targetkan 40 Beasiswa

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:40 WIB
X