Fakultas Psikologi USM Tingkatkan Observasi dan Wawancara Isu Kesehatan Mental

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 17:30 WIB
Jasa Layanan Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar Kegiatan Pelatihan Penyusunan Observasi dan Wawancara untuk Isu Kesehatan Mental baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)
Jasa Layanan Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar Kegiatan Pelatihan Penyusunan Observasi dan Wawancara untuk Isu Kesehatan Mental baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Jasa Layanan Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar Kegiatan Pelatihan Penyusunan Observasi dan Wawancara untuk Isu Kesehatan Mental baru-baru ini.

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini diikuti oleh 30 peserta dari psikolog, mahasiswa magister profesi psikologi dan sarjana psikologi dan dibuka oleh Dekan Fakuktas Psikologi USM Dr. L. Rini Sugiarti, S.Psi., M.Si, Psikolog.

Dalam sambutannya Rini menyampaikan meskipun dalam situasi pa demi seperti ini kita semua dapat berkumpul bersama walaupun secara virtual atau daring belajar tentang pedoman assesmen diagnostik psikologi, karena hal ini sangatlah penting guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi kita semua agar mengetahui secara keseluruhan tentang observasi dan wawancara dengan menggunakan pedoman asesmen diagnostik.

Baca Juga: Kekerasan Seksual dan Diskriminasi Pada Pekerja Perempuan, Pengaruhi Kelangsungan Usaha

“Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan menambah manfaat bagi peserta yang mengikuti terkait dengan observasi dan wawancara dalam psikologi” ungkapnya.

Pelatihan ini menghadirkan 2 dua narasumber yang pertama Ketua Jasa Layanan Psikologi (JLP) USM Yudi Kurniawan, M. Psi., Psikolog Markus Nanang Irawan BS M.Psi., Psikolog yang merupakan Ketua Lab. Psikodiagnostig dan Konseling.

Yudi Kurniawan menyampaikan mengenai observasi sebagai instrumen asesmen dalam isu kesehatan mental bahwa.

“Kesehatan mental itu merupakan Suatu kondisi sejahtera secara psikologis, dengan ciri : individu menyadari kemampuan secara utuh, mampu menyelesaikan masalah/stres sehari-hari, mampu bekerja dengan produkti , dan mampu berkontribusi terhadap komunitasnya” ungkap Yudi.

Kesehatan bukanlah sebuah kondisi tanpa penyakit fisik, tetapi kondisi sejahtera menyeluruh yang meliputi fisik, mental dan sosial. dalam psikologi membutuhkan asesmen, definis Asesmen sendiri adalah cara/proses /instrumen untuk memahami individu/kelompok dari suatu dimensi di dalam dirinya (biopsikososial).

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X