Peneliti Unika Kembangkan Startup Perhutanan Sosial

- Senin, 5 Desember 2022 | 15:20 WIB
(suaramerdeka.com/dok Unika Soegijapranata)
(suaramerdeka.com/dok Unika Soegijapranata)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim peneliti Unika Soegijapranata tengah mengembangkan startup perhutanan sosial untuk meningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani.

Unika melibatkan Gerakan Masyarakat (Gema) Perhutanan Sosial Indonesia yang merupakan anggota tim percepatan penyelesaian konflik agraria dan penguatan kebijakan reforma agraria.

Ketua Tim Kedaireka Unika Soegijapranata, Linggar Yekti Nugraheni PhD mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan sistem supply chain dan startup perhutanan sosial kepada masyarakat luas, baik lembaga pemerintah, akademisi maupun mahasiswa.

Baca Juga: Tim Peneliti Unika Kembangkan Sirup Herbal, Beri Wadah Pembelajaran Mahasiswa

"Kami juga meluncurkan buku dan video yang merupakan luaran atau hasil dari penelitian dan pengabdian kami," kata Yekti saat meresmikan startup dan sistem supply chain perhutanan sosial di Hotel Aruss Semarang, Senin 5 Desember 2022.

Pengembangan startup ini merupakan implementasi dari program Matching Fund Kedaireka 2022 dengan hibah pendanaan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Menurutnya, Unika Soegijapranata dan Gema Perhutanan Sosial berniat untuk mengembangkan startup agar hasil pertanian dan perhutanan dapat dikelola secara profesional. Pengembangan startup ini dinilai dapat meningkatkan komersialisasi, ekspansi, kapasitas dan kesejahteraan petani hutan sosial.

Baca Juga: Anak Muda Dipahamkan Pentingnya Cybersecurity, Unika Gandeng Asean Youth Organization

"Dengan begitu hasilnya diharapkan dapat dirasakan oleh petani hutan secara lebih baik. Selama ini Gema Perhutanan Sosial memiliki kesulitan dalam pengelolaan produksi, proses rantai pasokan logistik, pelaporan keuangan, distribusi, pemasaran dan penjualan produk petani," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Gema Perhutanan Sosial, Siti Fikriyah MSi menyatakan, salah satu program strategis presiden untuk penyelesaian konflik agraria adalah dengan diterbitkannya hak pengelolaan hutan negara dengan skema perhutanan sosial.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FE Unnes Komitmen Wujudkan Zona Integritas

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:54 WIB

Akademisi Bekali Masyarakat Pelatihan Ekoenzim

Rabu, 1 Februari 2023 | 16:44 WIB
X