Komunitas Marjinal di Kota Semarang Dapatkan Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Lingkungan Hidup

- Rabu, 16 November 2022 | 14:24 WIB
Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro telah melangsungkan kegiatan pengabdian kepada 25 adik-adik binaan di Rubbik School. (foto dokumentasi Undip).
Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro telah melangsungkan kegiatan pengabdian kepada 25 adik-adik binaan di Rubbik School. (foto dokumentasi Undip).

SEMARANG, suaramerdeka.com - 25 anak komunitas marjinal di Kota Semarang mendapatkan pelatihan kewirausahaan berbasis lingkungan hidup, belum lama ini.

Pelatihan itu merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.

25 anak itu merupakan binaan Rubbik School, sebuah ruang belajar swadaya bagi anak-anak dan remaja di komunitas marjinal (anak jalanan, pengamen, keluarga kurang mampu, dan sebagainya) di Kota Semarang.

Baca Juga: Berkaca dari Kasus Pinjol Mahasiswa IPB, Ini Cara Trik Paling Aman Memilih Pinjol Anti Tipu

Dosen Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro Dewi Setiyaningsih mengatakan melalui kegiatan ini, peserta yang terlibat dapat menerapkan prinsip hidup yang berkelanjutan sesuai dengan usaha dalam tujuan pembangunan berkelanjutan.

Terutama SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi lingkungan,

Serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan sampah menjadi barang yang punya nilai tambah.

Baca Juga: Nasser Al Khelaifi Tertarik Duetkan Cristiano Ronaldo dengan Messi di PSG

"Dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui ajakan dalam menjaga lingkungan, yang bisa diimplementasikan di lingkungan tempat tinggal mereka," katanya.

Muhammad Faizal Alfian, dosen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro menambahkan anak-anak dipandu untuk membuat produk berupa tempat pensil yang berasal dari botol plastik bekas.

Halaman:

Editor: Cun Cahya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rektor USM Hadiri Rapimnas PII 2023 di Balikpapan

Selasa, 24 Januari 2023 | 20:54 WIB
X