Sustainability International Conference, Pengentasan Kemiskinan Jadi Bahasan Akademisi

- Senin, 14 November 2022 | 18:27 WIB
Ketua panitia acara, Dr Ekawati Marhaenny Dukut dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata, Dr Y Trihoni Nalesti Dewi (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Ketua panitia acara, Dr Ekawati Marhaenny Dukut dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata, Dr Y Trihoni Nalesti Dewi (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Isu tentang kemiskinan menjadi bahasan para tokoh dan akademisi pada konferensi internasional bertajuk Sustainability International Conference (SIC).

Forum yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unika Soegijapranata, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Tengah ini merupakan yang kali pertama diadakan.

Ketua panitia acara, Dr Ekawati Marhaenny Dukut mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Konferensi tersebut direncanakan diadakan setiap tahun oleh Unika Soegijapranata.

Baca Juga: Ajang Pesparawi di Unika Resmi Ditutup Oleh Ganjar. Rektor : Momen Rawat Nilai Keindonesiaan

Adapun tema yang dipilih untuk SIC yakni “Kesetaraan Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya untuk Pengentasan Kemiskinan”. Tema ini dipilih karena keinginan para akademisi untuk berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan.

"Konferensi ini merupakan media untuk berbagi penelitian, ide, dan strategi kami untuk mengatasi kemiskinan. Harapannya kami dan stakeholder terkait dapat mewujudkan program berkelanjutan," kata Ekawati, Senin 14 November 2022.

Ia menjelaskan, program berkelanjutan tersebut, dimaksudkan untuk mengakhiri segala bentuk kemiskinan. Selain itu, memastikan kehidupan yang sehat serta memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata.

Baca Juga: Akademisi Unika Libatkan Praktisi UMKM, Beri Kuliah Umum Mahasiswa

Pada hari pertama, konferensi ini menghadirkan Profesor Jonathan V Gochuico (Fakultas Bahasa dan Sastra DLSUD-Das Marinas, Filipina) sebagai pembicara utama. Ia akan membahas tentang Covid-19 dan Digital Divide. 

Pemateri berikutnya adalah Deputi Riset dan Inovasi Daerah, Dr Yopi (Badan Riset dan Inovasi Nasional), dan Dr Gerardus Majella Adhyanggono (Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata).

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akademisi UPGRIS Edukasi Pentingnya Pola Asuh Anak

Selasa, 7 Februari 2023 | 13:34 WIB
X