Revitalisasi Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Kembali Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2022

- Sabtu, 12 November 2022 | 11:34 WIB
Revitalisasi bahasa daerah oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. (foto: dok Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah)
Revitalisasi bahasa daerah oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. (foto: dok Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), kembali menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, pada 11-13 November 2022.

Kegiatan berupa lomba untuk siswa SD dan SMP ini digelar dalam rangka merayakan Merdeka Belajar: Revitalisasi Bahasa Daerah.

Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin SSos MSi mengatakan Kemendikbudristek melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar Episode-17: Revitalisasi Bahasa Daerah di 13 provinsi dengan sasaran 38 bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa di Jawa Tengah.

Baca Juga: Jangan Ngaku Ngaku Masyarakat Tak Mampu Demi Mendapatkan Set Top Box Gratis, Data Kominfo Berbicara

“Kenyataan di lapangan menunjukkan, penutur jati tidak menggunakan bahasa daerah lagi. Penanganan terhadap pelestarian bahasa daerah masih belum optimal, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat,” jelas Hafidz dalam acara FTBI, Jumat, 11 November 2022.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahasa daerah punah karena para penutur muda tidak lagi menggunakan bahasanya.

Selain itu, para orang tua tidak lagi mewariskan bahasa tersebut kepada anak-anaknya.

Hafidz menyatakan kebijakan revitalisasi bahasa daerah sangat penting dilakukan seluruh pemangku kepentingan agar para penutur muda dapat menjadi penutur aktif bahasa daerah.

Baca Juga: Gak Angkuh, Ketika Farel Prayoga Jadi Duta Kekayaan Intelektual Kategori Pelajar

Generasi muda harus bangga menggunakan bahasa daerah dan ikut melestarikannya sebagai salah satu kekayaan Indonesia.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X