Seminar Online JSIT Jateng: Profil Guru SIT dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 15:35 WIB
 JSIT Indonesia Wilayah Jateng menggelar Seminar Online bertajuk Profil Guru SIT. (suaramerdeka.com / dok)
JSIT Indonesia Wilayah Jateng menggelar Seminar Online bertajuk Profil Guru SIT. (suaramerdeka.com / dok)

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Dalam rangka Hari Guru Nasional tahun 2022, JSIT Indonesia Wilayah Jateng menggelar Seminar Online bertajuk Profil Guru SIT dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, Sabtu 15 Oktober 2022.

Melalui platform Zoommeeting dan Youtube JSIT Jawa Tengah, seminar 310 peserta dari Sekolah Islam Terpadu se-Jawa Tengah.

Seminar kali ini mendatangkan dua narasumber yang kompeten. Suyadi, Kepala Seksi Mutasi Dindikpora Kabupaten Banjarnegara dan Dr. Muhammad Zahri, M.Pd selaku Dewan Pembina JSIT Indonesia.

Dalam pemaparan materinya, Suyadi mengangkat tema mengenai kegelisahan dunia pendidikan saat ini.

Ditandai dengan adanya beberapa isu pendidikan saat ini.

"Seperti skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang masih rendah, kasus kekerasan seksual yang masih membayangi, Implementasi Kurikulum Merdeka serta adanya wacana RUU Sisdiknas yang sedang hangat-hangatnya menjadi trending topic saat ini," ungkap Suyadi mengawali pemaparan materi.

"Bagaimanapun kehadiran sosok guru di ruang kelas tidak akan pernah bisa tergantikan dengan teknologi secanggih apapun. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, kuncinya ada pada ruang-ruang kelas. Bagaimana seorang guru dengan kompetensi yang dimiliki bisa memunculkan prestasi para peserta didik sesuai dengan bakat dan potensinya," ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Muhammad Zahri,M.Pd. mengemukakan beberapa profil Guru SIT dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, di antaranya secara kepribadian dan sosial, yaitu berdaya juang, kompeten, dan cinta tanah air.

Secara profesional dan pedagogik profil guru SIT adalah guru yang memiliki kapasitas, kapabilitas, adaptabilitas serta intergritas.

"Kompetensi guru yang diuji dalam JSIT tidak hanya meliputi kompetensi profesional dan pedagogik saja, melainkan kompetensi kepribadian dan sosial yang terus diasah dan ditingkatkan pada setiap guru SIT. Untuk kemudian, dalam setiap 4 tahun sekali akan diadakan uji kompetensi guru SIT melalui sistem Lisensi Sekolah Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan," ungkap Zahri.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Konsep Green Business Jadi Bahasan Riset!

Selasa, 31 Januari 2023 | 12:16 WIB

UPGRIS Jajaki Kerja Sama Perguruan Tinggi Thailand

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:33 WIB
X