Puluhan Mahasiswa Unwahas Jadi Duta Program Kampus Mengajar

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 06:14 WIB
 (Hari Santoso)
(Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Puluhan mahasiswa Unwahas terpilih sebagai duta perguruan tinggi untuk  menjalankan program kampus mengajar yang merupakan kebijakan  Kemendikbudristek.

Mereka akan bertugas membantu mengajar untuk siswa tingkat SD dan SMP mulai dari Agustus- Desember 2021.

Mahasiswa dalam menjalankan program didukung para dosen yang akan bertugas sebagai pembimbing lapangan (DPL).

Baca Juga: Tidak Patuh Prokes Berkontribusi Meningkatkan Kasus COVID

Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Jateng sasaran program kampus mengajar bagi sivitas akademika.

“Kami memandang program ini tidak sekadar bernilai keilmuan. Lebih dari itu sarat usaha menebar kebaikan dan ibadah. Negara turut memberikan penghargaan untuk dosen dan mahasiswa yang telah bersedia mendarmabaktikan ilmu, waktu, dan tenaganya,” tutur Rektor Unwahas, Prof Dr Mudzakir Ali pada acara pembekalan internal kampus mengajar angkatan 2  bagi dosen dan mahasiswa, Sabtu 31 Juli 2021.

Hadir Wakil Rektor Dr Nur Cholid serta Wakil Rektor  Dr Khanifah.

Baca Juga: Ganjar Apresisi Mahasiswa Polines borong Dagangan PKL Tembalang

Selain itu mengundang dosen dan mahasiswa melalui video konferensi.

Rektor mengingatkan mahasiswa yang akan terjun ke dalam program ini perlu menjaga perilaku.

Sebab, mereka adalah duta kampus yang bertujuan membantu mencerdaskan generasi bangsa.

Kampus dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini sekaligus meyakini aktivitas  menyebarkan keilmuan adalah perbuatan mulia.

Hal ini pula, yang menjadikan program  bukan semata aktivitas akademi.

Melainkan memberikan pahala untuk yang menjalani.

Rektor memberikan apresiasi terdapat 48 mahasiswa dan 34 dosen yang terlibat tahun ini. Jumlahnya meningkat dibanding kepesertaan di Program Mengajar Angkatan 1.

Menurut Nur Cholid kampus mengajar memberi kesempatan mahasiswa  belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas.

Manfaat  program ini banyak. Misal berkontribusi sebagai agen perubahan untuk tantangan pendidikan di Indonesia.

Menjadi mitra guru berinovasi untuk pembelajaran literasi, numerasi, serta adaptasi teknologi.

Lalu mengasah keterampilan sosial seperti empati, komunikasi, kepemimpinan, pemecahan  masalah, kreativitas serta inovasi.

Selebihnya adalah melatih keterampilan yang berguna di masa depan, baik dalam kehidupan personal dan profesional.

Mereka yang diterjunkan telah dipilih melalui seleksi ketat.

Syarat utama mahasiswa aktif minimal semester 5 dan memiliki IPK minimal 3 dari skala 4, harus terpenuhi.

Hal mendasar yang bisa dilakukan mahasiswa nantinya membantu keterbatasan pembelajaran  di era pandemi Covid-19.

Banyak siswa  tidak memiliki gawai atau  persoalan minimnya koneksi internet membuat pembelajaran jarak jauh terkendala.

“Pembekalan di internal kampus  penting. Sebab mahasiswa program ini juga berasal dari lintas jurusan. Butuh pemahaman akan kompetensi pedagogi, profesional, personal dan sosial,”kata dia. 

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ita: Mahasiswa Unika Bantu Turunkan Angka Covid-19

Minggu, 5 Desember 2021 | 21:25 WIB
X