Mahasiswa Arsitektur Unika Menangi Sayembara Desain Kawasan Religi Ampel

- Jumat, 30 September 2022 | 00:10 WIB
Tim mahasiswa Prodi Arsitektur Unika Soegijapranata, Elliza Widya dan Jessica Caroline menunjukkan piagam penghargaan sayembara kawasan Ampel didampingi dosen prodi tersebut di kampus Unika. (Eko Fataip)
Tim mahasiswa Prodi Arsitektur Unika Soegijapranata, Elliza Widya dan Jessica Caroline menunjukkan piagam penghargaan sayembara kawasan Ampel didampingi dosen prodi tersebut di kampus Unika. (Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim mahasiswa dari Prodi Arsitektur Unika Soegijapranata Semarang memenangi kompetisi desain kawasan religi Ampel Surabaya.

Tim yang terdiri dari dua mahasiswi semester 7 ini meraih peringkat 3 kompetisi Sayembara Design Kawasan Religi Ampel yang diselenggarakan oleh Krearture dan Pemkot Surabaya, pada Agustus 2022 lalu.

Mereka adalah Elliza Widya dan Jessica Caroline, keduanya mahasiswi Prodi Arsitektur Unika Soegijapranata angkatan 2019. Tim Unika menamai karyanya dengan sebutan "Wana Alit Ngampeldenta".

Baca Juga: Teliti Mitigasi Kebencanaan di Alor NTT, Mahasiswi Unika Ini Juara 1 Kompetisi Karya Tulis Tingkat Nasional

"Pembukaan kompetisi sebetulnya sudah mulai dibuka 23 Juni 2022, namun kami baru mendaftar pada sepekan sebelum batas pengumpulan/deadline 8 Agustus 2022," kata Elliza di kampus Unika Soegijapranata, Kamis 29 September 2022.

Dari sekian peserta, mereka lolos tahap berikutnya, sampai pada tahap 5 besar. Pada tahap ini keduanya diberi kesempatan untuk presentasi secara daring.

"Kami kemudian mendapat undangan sebagai finalis, lalu menyampaikan presentasi ulang di depan kepala daerah setempat (Wali Kota Surabaya) pada 23 Agustus 2022, atau ketika pengumuman pemenang," ujarnya.

Baca Juga: SIEGA Unika Soegijapranata Gandeng Suara Merdeka Network, Jalin Kerja Sama Publikasi dan Digitalisasi

Adapun desain karyanya, berkaitan dengan kawasan Ampel yang memungkinkan kompleks tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai kawasan wisata religi.

"Ada beberapa bangunan yang hilang, ada pula yang didesain ulang. Kami ingin melalui desain yang kami rancang, kawasan itu menjadi bermanfaat bagi pengunjung sekaligus masyarakat sekitar," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

STIE AMA Salatiga Dijadikan Kampus Berbasis Wirausaha

Senin, 5 Desember 2022 | 22:41 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:42 WIB
X