Kritisi Kebijakan Calistung di PAUD, Dede Yusuf: Mohon Ditinjau Lagi Mas Menteri

- Kamis, 22 September 2022 | 09:12 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendy/foto: Putra/kemenpora.go.id
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendy/foto: Putra/kemenpora.go.id

JAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota DPR RI, Dede Yusuf mengkritisi kebijakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Hal yang disoroti Dede Yusuf adalah kegiatan pembelajaran baca tulis hitung (calistung) yang saat ini diterapkan di sekolah tingkat prasekolah dasar.

Dede Yusuf mengutarakan kritik soal calistuung dalam sebuah unggahan di TikTok pribadinya, @ddyusuf66.

Baca Juga: Menyadarkan Eks Napi Teroris Tidak Mudah, Perlu Kesabaran dan Dukungan

"Yang berikutnya Mas Menteri. Ini masalah soal TK PAUD menuju SD. SD itu antara 6-7 tahun, antara 3-5 ini kan mestinya adalah masa-masa yang disebut dengan Golden Period. Mestinya dia bermain, dia mengenal dunia sosial, dia mengenal keluarga dan sebagainya. Tapi ini dipaksa Calistung," ujarnya.

Berdasarkan penuturan mantan aktor era ’90-an ini, sekarang Calistung menjadi syarat bagi anak-anak untuk bisa masuk SD.

"Karena SD-nya syaratnya itu adalah calistung. Ini mohon tolong ditinjau Mas Menteri. Karena kita paham di berbagai negara itu Calistung itu baru dikenalkan di SD," sebutnya.

Baca Juga: 5 Pekerjaan Unik yang Ada di Kerajaan Inggris, No 1 Profesi Tertua

Menurut Anggota DPR RI ini, anak-anak di tingkat PAUD maupun TK harusnya hanya bermain.

"Di Kindergarten, di Playgroup, di TK, di PAUD itu mestinya mereka bermain, mereka happy, mereka senang, mereka bernyanyi. Jangan bebankan dengan Calistung," tegasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

USM Gelar Talk Show Bahas Keefektifan Pembatasan BBM

Jumat, 25 November 2022 | 16:37 WIB
X