Kasus Perundungan Masih Marak, Pemerhati Pendidikan: Perlu Sanksi Tegas dan Kerja Sama Berbagai Pihak

- Kamis, 22 September 2022 | 06:45 WIB
ilustrasi aksi perundungan. (pixabay.com / geralt)
ilustrasi aksi perundungan. (pixabay.com / geralt)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Aksi perundungan yang dilakukan siswa SMA pada siswa disabilitas kembali menghebohkan warganet.

Peristiwa perundungan tersebut terjadi di Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat

Setelah perundungan viral di media sosial, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi dan kasus ini sudah ditangani pihak yang berwajib.

Baca Juga: Dianggap 'Pahlawan' Masyarakat Indonesia, Bjorka Bekerja untuk Siapa?

Ini bukan pertama kali kasus perundungan yang muncul.

Sejak tahun 2017, kasus perundungan semakin marak dan meningkat di setiap tingkat satuan pendidikan.

Kasus perundungan ini tentu menjadi perhatian bersama seperti diungkapkan Upi Isabella Rea selaku Pemerhati pendidikan.

Baca Juga: Cek Asmara Zodiak Hari Ini 22 September 2022 Capricorn, Aquarius, Pisces: Awas Ada Pesta yang Semu

Menurutnya, kasus perundungan yang semakin marak terjadi dapat dicegah apabila ada hukuman serius terhadap para pelaku.

"Seandainya saja kasus perundungan diberi hukuman yang serius apalagi dalam kasus ini hingga memakan korban jiwa, maka seyogyanya kasus perundungan dapat dicegah tidak sampai terjadi," sebutnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FE Unnes Komitmen Wujudkan Zona Integritas

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:54 WIB

Akademisi Bekali Masyarakat Pelatihan Ekoenzim

Rabu, 1 Februari 2023 | 16:44 WIB
X