Akademisi Didorong Tingkatkan Penelitian Mutakhir

- Selasa, 27 Juli 2021 | 13:32 WIB
 (Eko Fataip)
(Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Heri Yanto mendorong para akademisi mampu meningkatkan dan mengembangkan penelitian mutakhir di sejumlah bidang seperti ekonomi, akuntansi, manajemen, dan pendidikan ekonomi.

Hal ini diutarakannya disela-sela International Conference on Economics, Business and Economic Education (ICE-BEES) 2021 yang diselenggarakan FE Unnes secara virtual, Selasa (27/7).

"Kami juga berharap para peneliti, praktisi maupun pendidik secara aktif mengembangkan kompetensi dan wawasan di beberapa bidang terkait," kata Heri Yanto pada acara yang dibuka langsung oleh Rektor Unnes, Prof Fatkhur Rokhman.

Baca Juga: Ikateka Undip Salurkan Oksigen Kemanusiaan untuk RS di Yogyakarta

Konferensi internasonal ini diselenggarakan selama dua hari, yakni 27-28 Juli 2021.

Temanya adalah "Innovation in economics, business, and education for sustainable environment during Covid-19 Pandemic”.

Dalam penyelenggaraannya, FE Unnes bermitra dengan sejumlah perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia seperti Faculty of Business Management Universiti Teknologi MARA Melaka dan Institute of Business Excellence Universiti Teknologi MARA Melaka.

Baca Juga: HMJ Manajemen USM Gelar Eco Culture, Diikuti 1.052 Peserta

Adapun sebagai pembicara utama yaitu James P Walsh PhD (IMF Senior Resident Representative for Indonesia), Prof Martina Linnenluecke (Director of Centre for Corporate Sustainability and Environmental Finance, Macquarie Business School Macquarie University), Prof Datuk Dr Kasim Hj Md Mansur (Dean Faculty of Business, Economics and Accountancy Universiti Sabah Malaysia) dan Dr Vitradesie Noekent (FE Unnes).

James P Walsh menilai, pandemi Covid-19 memiliki efek pada pertumbuhan ekonomi dunia, baik negara maju seperti Uni Eropa, Amerika, Tiongkok, Jepang, India, hingga negara-negara Asean termasuk Indonesia.

Profesor Martina membahas kebutuhan untuk mengatasi berbagai tantangan global disamping pemulihan Covid-19, dengan fokus khusus untuk mengatasi perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Presentasi tersebut menguraikan penelitiannya tentang mengintegrasikan target berbasis sains ke dalam kerangka akuntansi dan keuangan.

Selanjutnya, Prof Datuk Dr Kasim Hj Md Mansur memparkan berkenaan dengan pandemi Covid-19 yang mengganggu pasar tenaga kerja secara global. Secara signifikan juga berdampak pada aspek sosial ekonomi seperti gangguan terhadap pariwisata, perdagangan dan produksi, memperburuk kerentanan, perlindungan sosial, kehilangan pekerjaan, kemerosotan ekonomi, dan respon kebijakan moneter dan fiscal.

Adapun Dr Vitradesie Noekent menilai, pandemi ini menumbuhkan kegiatan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.

Khususnya hasil dari kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dihasilkan oleh dosen.

Sebagai contoh perangkat GeNose C-19 dan vaksin merah putih. 

Sementara itu, kegiatan diikuti oleh 283 peserta dari perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Telkom University, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Bandung, Universitas Diponegoro.

Kemudian Universitas Sebelas Maret, Universitas Agung Podomoro, Universitas Negeri Malang, Universitas Tidar, Universitas Negeri Jakarta, dan lainnya.

Selain itu, turut diikuti pula oleh universitas ternama dunia seperti Birmingham Universitity, Tashkent University of Information Technologies (Uzbekistan), Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia, Universiti Teknologi Mara Malaysia, Universiti Sabah Malaysia, Kasetsart University Thailand, dan Macquarie University Australia.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PDIL Unika Lahirkan Doktor Ilmu Lingkungan Pertama

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Pemilihan Rektor USM: Lima Calon Sampaikan Visi Misi

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:24 WIB
X