Wujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui Bahasa Santun, Ini Pesan Kemendikbudristek

- Kamis, 15 September 2022 | 21:46 WIB
Seminar Literasi Nasional Perpustakaan sebagai Pusat Literasi Menuju Gerbang Dunia di aula SMAN 1 Bobotsari. (foto: dok Perpustakaan Surya Cendekia)
Seminar Literasi Nasional Perpustakaan sebagai Pusat Literasi Menuju Gerbang Dunia di aula SMAN 1 Bobotsari. (foto: dok Perpustakaan Surya Cendekia)

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Bahasa bukan sekadar sekumpulan kata atau seperangkat kaidah tata bahasa, melainkan khazanah berbagai refleksi pemikiran, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianut penuturnya.

Komunikasi yang santun diwujudkan dengan penggunaan bahasa yang tidak menimbulkan konflik, rasa ketersingungan, dan kemarahan bagi pihak pendengar.

Hal itu dikatakan Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hafidz Muksin SSos MSi, dalam Seminar Literasi Nasional Perpustakaan sebagai Pusat Literasi Menuju Gerbang Dunia di aula SMAN 1 Bobotsari pada Rabu, 14 September 2022.

Baca Juga: Kabar Kece Badai untuk 6 Zodiak Ini, Pintu Pribadinya Diketuk Rezeki dan Cuan, Bisa Melunasi Hutang

Seminar tersebut digelar Perpustakaan Surya Cendekia, SMAN 1 Bobotsari, Purbalingga, berkolaborasi dengan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Jawa Tengah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinas Arpusda) Purbalingga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, serta Sekretariat Badan Bahasa.

“Kesantunan berbahasa ini penting karena terkait dengan bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang unggul, yaitu pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila” ujar Hafidz.

Hafidz menjelaskan bahasa yang disampaikan oleh penutur kepada mitra tutur semestinya memenuhi nilai kesantunan karena budaya Indonesia adalah budaya santun.

Baca Juga: Dengar Wejangan Kata Dewa Langit, 7 Zodiak Bakal Diguncang Keberuntungan, Termasuk Rezeki dan Cuan

Kesantunan saat berbicara juga harus sesuai dengan yang ada di dalam hati nurani serta tidak akan menimbulkan celah-celah konflik.

“Jangan sampai sebuah kata terucap sebelum dicerna oleh akal kita. Sekali ucapan itu terlempar dan menyakiti hati orang lain maka akan membuat luka. Itu pentingnya kesantunan harus kita jaga,” jelas Hafidz yang juga alumnus SMAN 1 Bobotsari.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa SMKN 3 Salatiga Juara Lomba Tingkat ASEAN

Selasa, 15 November 2022 | 06:05 WIB
X