Latih Kesigapan, Mahasiswa Kebidanan Perlu Dibekali Pengalaman Kegawatdaruratan

- Selasa, 6 September 2022 | 07:45 WIB
Mahasiswa Unimus dan bidan mengikuti simulasi kegawatdaruratan di Kampus Kedungmundu Raya. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)
Mahasiswa Unimus dan bidan mengikuti simulasi kegawatdaruratan di Kampus Kedungmundu Raya. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dewasa ini, mahasiswa kebidanan perlu dibekali pengetahuan dan pengalaman kegawatdaruratan.

Hal tersebut penting supaya ketika terjun di tengah masyarakat mahasiswa kebidanan bertindak sigap dan profesional.

Terlambat menangani kedaruratan keselamatan pasien taruhannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang 6 September 2022: Cerah Berawan, Ada Potensi Diguyur Hujan Ringan

Demikian dikemukakan Kaprodi Kebidanan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Unimus Dr Fitriani Nur Damayanti dalam pelatihan bertajuk "Midwifery Emergency Course/Mec Plus 2022".

"Sigap dalam menangani ataupun mengatasi pasien yang mengalami kondisi darurat,katanya di Kampus Kedungmundu. Misal juga dalam persalinan ibu,atau menolong bayi baru lahir dengan permasalahan kesehatan," kata dia

Ditambahkan, kondisi darurat berisiko membahayakan jiwa pasien.

Baca Juga: Intip Asmara Zodiak Hari Ini 6 September 2022: Hati Ringan Cancer, Leo Tahan Ego, Virgo Awas Tipu Daya!

Penanganan yang terlambat dalam hitungan detik mengancam keselamatan seseorang.

Alasan ini yang membuat perlunya pelatihan mahasiswa sebagai tambahan kompetensi akademi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

STIE AMA Salatiga Dijadikan Kampus Berbasis Wirausaha

Senin, 5 Desember 2022 | 22:41 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:42 WIB

Floria Juara 1 dalam Expo Hari Pangan di USM

Rabu, 30 November 2022 | 15:13 WIB
X