SMP Negeri 1 Pabelan, Pilot Proyek Sekolah Penggerak

- Kamis, 22 Juli 2021 | 20:07 WIB
SMPN 1 Pabelan Kabupaten Semarang, menggelar pelatihan implementasi pembelajaran Sekolah Penggerak yang dibuka Kadisdikbudpora Sukaton Purtomo Priyatmo SH MM. (SM/Surya Yuli P)
SMPN 1 Pabelan Kabupaten Semarang, menggelar pelatihan implementasi pembelajaran Sekolah Penggerak yang dibuka Kadisdikbudpora Sukaton Purtomo Priyatmo SH MM. (SM/Surya Yuli P)

PABELAN, suaramerdeka.com - SMPN 1 Pabelan, Kabupaten Semarang, harus dapat membuktikan sebagai sekolah unggulan, setelah dinyatakan lolos seleksi dan mendapat kepercayaan dari Kemendikbud-Ristek RI, sebagai Sekolah Penggerak.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, yang diawali dengan SDM unggul (kepala sekolah dan guru).

Hal itu diungkapkan Kadinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo SH MM, saat membuka Pelatihan Implementasi Pembelajaran Sekolah Penggerak di SMPN 1 Pabelan, Kamis (22/7).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Tidak Turun Otomatis, Faheem Younus: Negara Kompak Menang Lawan Virus

''Sekolah Penggerak ini proses seleksinya cukup berat karena dimulai dari seleksi kepala sekolah dan langsung dinilai Kemendibud-Ristek. Setelah menjadi Sekolah Penggerak maka harus melaksanakan program-program yang sudah dirancang Kemendibud-Ristek,'' kata Sukaton.

Menurut Sukaton, sebagai pilot proyek Sekolah Penggerak, maka kemampuan guru untuk pengembangan pendidikan sangat diutamakan. Maka perlu digelar pelatihan implementasi pembelajaran Sekolah Penggerak, seperti di SMPN 1 Pabelan tersebut.

Setelah menjadi Sekolah Penggerak maka kurikulum disesuaikan dengan potensi keunggulan yang dimiliki sekolah, bahkan anggaran pendidikan akan langsung dari Kemendikbud-Ristek.

''Sebagai Sekolah Penggerak, saya berharap agar SMPN 1 Pabelan bisa menjadi sekolah unggulan, yang mampu mewujudkan visi Pendidikan Indonesia menjadi Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila,'' ungkap Sukaton.

Selain SMPN 1 Pabelan, ada empat SMP lainnya, sebagai Sekolah Penggerak yakni SMPN 1 Bringin, SMPN 2 Bawen, SMP Cahaya Umat Bergas, dan SMP At Thohari Tuntang. Bersamaan itu, secara daring pelatihan yang sama juga dilaksanakan bagi guru-guru di SMPN 1 Bringin.

Pada kesempatan itu, Sukaton mengungkapkan peran kepala sekolah dan guru dalam pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Menurutnya keberhasilan pendidikan daring sangat ditentukan pada kemampuan guru. Diakuinya peran guru sangat berat, namun hal tersebut merupakan tantangan yang harus dilaksanakan guru.

Baca Juga: Cetak Talenta Digital, Kominfo Rancang Institut Digital Nasional University

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Pabelan, Nurzaka Sri Wandansari MPd menjelaskan, proses menjadi Sekolah Penggerak tidak mudah, karena dimulai dari seleksi yang ketat terhadap para kepala sekolah . Setelah itu kepala sekolah yang lolos seleksi, harus mengikuti diklat begitu juga guru-guru mata pelajaran, dan dilanjutkan dengan pelatihan kepada guru di sekolah masing-masing.

Dijelaskannya, SMPN 1 Pabelan sebagai Sekolah Adiwiyata atau sekolah berwawasan lingkungan memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan sebagai Sekolah Penggerak di Kabupaten Semarang.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Ganjar Minta Uji Coba PTM Lakukan Laporan Harian

Selasa, 14 September 2021 | 21:55 WIB

Nadiem Apresiasi PTM di Solo, Mas Gibran Sangat Pro PTM

Selasa, 14 September 2021 | 21:48 WIB
X