Anak-anak Desa Dilatih Mahasiswa Unimma Buat Kerajinan dari Sampah Plastik

- Senin, 19 Juli 2021 | 20:30 WIB
Mahasiswa program PPMT Unimma melatih dan mendampingi anak-anak Dusun Tegalsari Kupen Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung dalam belajar serta membuat kerajinan dari sampah plastik. (SM/dok)
Mahasiswa program PPMT Unimma melatih dan mendampingi anak-anak Dusun Tegalsari Kupen Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung dalam belajar serta membuat kerajinan dari sampah plastik. (SM/dok)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Anak-anak Dusun Tegalsari Desa Kupen Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung mendapat pelatihan mengolah sampah plastik menjadi beragam kerajinan. Aktivitas di sela sekolah daring ini dinilai bermanfaat bagi anak-anak.

Pelatihan dilakukan oleh lima mahasiswa dan satu dosen Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) dalam program pengabdian kepada masyarakat terpadu (PPMT).

Pelatihan dan pendampingan dilakukan selama beberapa hari sejak pertengahan bulan Juli 2021 lalu.

Ketua Pelaksana PPMT sekaligus Dosen Pembimbing Aditia Eska Wardhana MPd mengatakan, kelima mahasiswa di bawah bimbingannya ini mengajari anak-anak desa setempat membuat kerajinan dari sampah plastik.

Termasuk mendampingi pengelola bank sampah desa setempat dalam manajemen dan pengembangan usaha.

Baca Juga: ICW Soroti Vonis Edhy Prabowo: Hanya Kejahatan Biasa?

"Kami usung tema Penguatan Adaptasi Teknologi, Literasi, dan Kewirausahaan Melalui Kegiatan Sekoda (Sekolah Desa) untuk Anak SD di Dusun Tegalsari Kupen Pringsurat," ujarnya dalam keterangan persnya, Senin (19/7).

PPMT ini sendiri beranggotakan Rahajeng Indarti (PGSD), Nindi Arnanti (PGSD), Rahma Lathifa (PGSD), Annisa Nur Afifah (PGSD), dan Irmasari Fitriyani (Akutansi). Mereka mendampingi anak-anak belajar di sela pembelajaran mereka secara daring.

"Kebetulan di desa ada bank sampah, sehingga kami juga ajari anak-anak membuat kerajinan dari sampah plastik. Seperti tempat pensil, celengan, hiasan, dan lain sebagainya," katanya.

Nindi, salah satu anggota tim PPMT menambahkan, pihaknya mengangkat tema tersebut karena desa ini terdampak pandemi dengan menerapkan sekolah d rumah alias secara daring. Juga kebanyakan orang tua kurang bisa mendampingi anaknya dalam belajar selama work from home (WFH) ini.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Menag Tinjau Pembangunan Ma’had II UIN Walisongo

Senin, 27 September 2021 | 19:47 WIB

USM Berikan Beasiswa 56 Atlet

Sabtu, 25 September 2021 | 16:57 WIB
X