Merger Sekolah Jangan Sampai Menyusahkan Menuntut Ilmu

- Minggu, 18 Juli 2021 | 19:01 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Dr H Anang Budi Utomo. (SM/Muhammad Arif Prayoga)
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Dr H Anang Budi Utomo. (SM/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kajian untuk melakukan merger (penggabungan) SD karena kekurangan siswa, diharapkan jangan sampai menyusahkan anak usia sekolah untuk menuntut ilmu.

Akibat harus pindah lokasi, sementara sekolah yang sebelumnya ditutup. Dikhawatirkan, jika jarak sekolah yang baru tersebut ternyata terlalu jauh ataupun akses tempuhnya lebih sulit.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Dr H Anang Budi Utomo, mengatakan, rata-rata SD yang mengalami kekurangan siswa disebabkan karena berada di wilayah yang penduduknya kurang padat.

Baca Juga: Doa Bersama antar Agama untuk Corona Cepat Selesai, Sehat Luar Dalam

Jadi, lanjut dia, tidak melulu selalu merupakan SD yang berada di pinggiran kota. Selain itu, kedekatan jarak sekolah dengan tempat tinggal maupun kemudahan akses transportasi, seringkali menjadi pertimbangan utama orangtua dari siswa SD, dalam memilih sekolah.

''Permasalahan ini, perlu dilihat dari kondisi geografis di sekitarnya dan kepadatan penduduknya. Misalnya saja untuk daerah di pinggiran atau perbatasan kota seperti Gunungpati dan Mijen, bisa jadi jumlah anak usia sekolahnya sedikit. Kalau seandainya di merger, lokasi sekolahnya yang baru mungkin saja ternyata lebih jauh dari sebelumnya,'' ujar dia.

Dikatakan, keberadaan sekolah di daerah pinggiran pada awalnya dimaksudkan untuk mendekatkan dan memudahkan anak-anak usia sekolah di sana menempuh pendidikan.

Untuk itu, Anang meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang jangan terlalu terburu-buru untuk memutuskan melakukan merger sekolah.

Selama ini, papar dia, standar ideal jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (Rombel) adalah 28 orang. Namun, tidak ada aturan yang menyebutkan adanya batasan minimal jumlah siswa dalam satu Rombelnya.

''Saya pribadi menilai, jika jumlah siswa dalam Rombelnya masih di atas 15 orang, sebaiknya sekolah tersebut tetap dibiarkan beroperasional. Apalagi memang tidak ada aturan terkait batasan minimal siswa,'' ungkap dia.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

SMP Muhammadiyah Plus Juara Mapsi Salatiga

Minggu, 26 September 2021 | 11:04 WIB

Siswa Tidak Sehat, Diminta Tidak Usah Ikut PTM

Kamis, 23 September 2021 | 18:44 WIB

Jawab Tantangan, KIH SMK Negeri 6 Semarang Diresmikan

Minggu, 19 September 2021 | 19:58 WIB

SDI Al Azhar 29 Terbitkan Buku Ajar

Minggu, 19 September 2021 | 19:24 WIB
X