Kemenkes Akan Bentuk 6.000 Posyandu Prima di Seluruh Desa Se-Indonesia, Peluang bagi Lulusan Nakes

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 22:25 WIB
Dirjen Nakes Kemenkes RI drg Arianti Anaya MKM  memberikan sambutan pada Wisuda Ke-108 Polkesmar, di Hall Masjid Agung Jawa Tengah.(suaramerdeka.com/Renny M)
Dirjen Nakes Kemenkes RI drg Arianti Anaya MKM memberikan sambutan pada Wisuda Ke-108 Polkesmar, di Hall Masjid Agung Jawa Tengah.(suaramerdeka.com/Renny M)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan segera membentuk 6.000 Posyandu Prima di desa-desa di seluruh Indonesia.

Pos pelayanan terpadu tersebut nantinya akan dilengkapi dengan seorang perawat dan bidan untuk memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di desa.

‘’Posyandu itu kan lebih dekat dengan masyarakat, karena itu nantinya akan kami lengkapi dengan perawat dan bidan yang diharapkan bisa ikut melakukan deteksi dini untuk mencegah kematian ibu hamil dan bayi yang baru dilahirkan,’’ kata Direktur Jenderal (Dirjen) Tenaga Kesehatan (Nakes) Kemenkes RI drg Arianti Anaya MKM.

Baca Juga: Siap-siap Bahagia 6 Zodiak Ini, Bakal Berkuasa di September 2022, Cuan Sudah Pasti Lancar

Dia mengungkapkan hal itu, di sela-sela acara Wisuda Ke-108 Polteknik Kesehatan Kemenkes Semarang (Polkesmar), di Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Rabu, 31 Agustus 2022.

Lebih lanjut Arianti mengatakan, angka kematian ibu hamil dan bayi yang baru lahir di Indonesia hingga saat ini masih cukup tinggi, bahkan menduduki peringkat ke-3 di dunia.

Selain itu, angka penderita penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia bahkan menduduki peringkat ke-2 di dunia.

Baca Juga: Dengar Apa Kata Dewa Langit Bila Ingin Seperti 5 Zodiak Meraih Hoki, Kuncinya Sabar dan Pikir Secara Matang

‘’Kami sangat berharap posyandu bisa ikut berperan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan dengan memberikan penyuluhan tentang hidup sehat dan agar warga mau memeriksakan diri ke puskesmas. Seperti penyakit tuberkulosis yang obatnya bisa didapatkan secara gratis di puskemas, tapi perlu terus dipantau karena obatnya harus diminum secara rutin dan tidak boleh terputus,’’ tegasnya.

Dengan dibentuknya 6.000 Posyandu Prima di desa-desa, Arianti berharap, para lulusan Polkesmar mau berpartisipasi memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat di desa-desa.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

STIE AMA Salatiga Dijadikan Kampus Berbasis Wirausaha

Senin, 5 Desember 2022 | 22:41 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:42 WIB

Floria Juara 1 dalam Expo Hari Pangan di USM

Rabu, 30 November 2022 | 15:13 WIB
X