PSU Unika Gelar Kolokium, Dibagi 4 Sesi dan Sajikan 12 Paper

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 10:48 WIB
PSU Unika Soegijapranata mengadakan workshop penulisan karya ilmiah yang memunculkan naskah publikasi ''Membangun Kota Inklusif, Sebuah Antologi". (suaramerdeka.com / dok)
PSU Unika Soegijapranata mengadakan workshop penulisan karya ilmiah yang memunculkan naskah publikasi ''Membangun Kota Inklusif, Sebuah Antologi". (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pusat Studi Urban (PSU) Universitas Katolik - Unika Soegijapranata mengadakan workshop penulisan karya ilmiah yang memunculkan naskah publikasi ''Membangun Kota Inklusif, Sebuah Antologi'', berdasarkan kolokium metodologi ilmu secara online pada 2020-2021.

Workhop penulisan karya ilmiah ini merupakan kerja sama antara PSU Unika dan Indonesia Peace Network, yang kemudian menjadi latar belakang dari proses kolokium ''Metodologi Ilmu-Ilmu dalam Memotret Perubahan Sosial Kontemporer'' yang diselenggarakan pada 13-14 Juli 2021.

Ketua PSU Unika Soegijapranata, Dr Y Trihoni Nalesti Dewi, mengatakan, kolokium merupakan mata ajaran dengan 1 sks dalam bentuk pertemuan ilmiah dan penulisan proposal skripsi, biasanya diselenggarakan setiap semester.

Baca Juga: ASN Kemenag di Zona Merah dan Oranye Tak Boleh Jadi Khatib atau Imam Shalat Ied

Berdasarkan penelitian itu, masyarakat dan perubahannya merupakan sesuatu yang dinamis.

Pada saat merancang kegiatan ini, pihaknya meyakini terdapat hubungan yang sangat erat antara penelitian, ilmu, dan kebenaran.

''Penelitian akan menghasilkan ilmu, dan ilmu akan menghasilkan kebenaran. Antara penelitian dan ilmu adalah sama-sama proses, yang pada akhirnya menghasilkan kebenaran. Untuk itu dapat dipahami, pangkal kebenaran melalui penelitian,'' kata dia.

Baca Juga: Pendanaan Vaksinasi Gotong Royong Tak Berasal dari APBN, Ini Penjelasan Wamen BUMN

Forum ini, tambah Dr Y Trihoni Nalesti Dewi, selain memperkaya wawasan peneliti maupun observer yang hadir, juga merupakan pengujian terhadap penelitian yang sudah dilakukan.

Untuk mengetahui apakah sudah cukup dilakukan secara sistematis dan dilakukan secara terkendali.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X