Blended Learning Jadi Pilihan Sistem Pembelajaran yang Efektif

- Sabtu, 17 Juli 2021 | 11:12 WIB
siswa belajar online/Foto Pixabay
siswa belajar online/Foto Pixabay

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sistem pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning, masih menjadi pilihan edukasi terbaik bagi anak-anak pada masa kini.

Tapi, jangan sampai sistem pembelajaran tersebut hanya diartikan sebatas penggabungan sistem belajar dalam jaringan (daring) atau online dengan offline atau tatap muka.

"Di masa pandemi ini banyak yang menawarkan pembelajaran dengan menggunakan teknologi sebagai media ajar, tetapi tidak banyak yang mengintegrasikan antara teknologi dengan pedagogi atau metode ajar yang baik," kata Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM), Laksmi Mayesti, Jumat (16/7).

Baca Juga: Jamin Suplai Oksigen Medis, Presiden: Pemerintah Bekerja Sama dengan Industri dalam Negeri

Dikatakan, sistem blended learning bahkan telah dianut SMM sejak sebelum pandemi menghantam Indonesia.

Dalam praktinya, setiap pengajar didorong untuk selalu mengembangkan kreativitasnya agar anak-anak atau peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka baik kepada guru maupun teman-temannya.

Menurut Laksmi, interaksi yang terbuka tersebut akan menjadi benefit juga bagi orang tua peserta didik.

"Sehingga orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya dengan terlibat secara langsung tanpa harus merasa terbebani, karena seolah-olah sistem pembelajaran daring cenderung hanya memberatkan orang tua dan anak-anak," ujar Laksmi.

Baca Juga: Diklat Srondol dan Asrama Haji Jadi RS Darurat Covid-19

Menurutnya, sistem pembelajaran blended learning yang diterapkan di sekolahnya akan menguntungkan peserta didik serta orang tua baik.

Dari segi kualitas dengan kurikulum pendidikan terbaik, akses pembelajaran yang fleksibel berkat pemanfaatan teknologi informasi, dan biaya yang terjangkau untuk seluruh anak Indonesia.

Mella, salah satu orang tua siswa SMM, mengakui metode blended learning dan fleksibilitas yang diterapkan sekolah cukup membantu anaknya dalam mengembangkan passion skill-nya yang lain yaitu coding.

Di samping itu, fleksibilitas dari SMM juga membuat anaknya mampu memiliki life skill untuk bertanggung jawab atas jam belajar yang ia pilih.

"Terbukti, karena ia memilih jam belajar yang ia inginkan, ia tidak ada keterpaksaan untuk sekolah dan bahkan semenjak di SMM sudah sedikit sekali intervensi saya sebagai orang tua untuk menyuruh Raihan sekolah karena ia menjadi mandiri," kata Mella.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X