Pentingnya Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di Masa Pandemi

- Selasa, 13 Juli 2021 | 21:08 WIB
Calon peserta didik baru mendaftar sekolah Tahun Pelajaran 2021/2021  di SMPN 4 Kembang. (suaramerdeka.com / Sukardi)
Calon peserta didik baru mendaftar sekolah Tahun Pelajaran 2021/2021 di SMPN 4 Kembang. (suaramerdeka.com / Sukardi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Metode pendidikan daring yang selama ini dijalankan selama pandemi covid-19, sedikit banyak mempengaruhi motivasi belajar anak. Bahkan, ada peserta didik yang merasa bosan dengan pola pembelajaran online.

Tentunya, metode pembelajaran daring menjadikan tantangan tersendiri bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan dan parenting.

Dalam webinar "Menstimulasi Motivasi Belajar Anak di Era New Normal" yang diselenggarakan oleh Faber-Castell, psikolog dari Yayasan Heart of People, Yohana Theresia mengungkapkan, banyak kasus di lapangan yang menunjukan adanya indikasi penurunan motivasi dalam belajar anak.

Hal itu tidak lepas dari banyak faktor, diantaranya keterbatasan penguasaan gawai, materi pembelajaran yang kurang variatif & menarik, kurangnya kontrol penggunaan gawai di anak hingga intervensi yang salah dari orang tua.

"Sehingga tentunya, jika motivasi belajar turun sangat berpengaruh ke banyak aspek lainnya, yakni level pemahaman, kreativitas, produktivitas dan tentunya hasil pencapaian pembelajaran itu sendiri," tambah Yohana.

Untuk membantu meningkatkan kembali motivasi belajar anak, ada beberapa tips yang perlu diterapkan oleh para orang tua. Dimana sebenarnya motivasi itu dapat dibagi berdasarkan 2 sumber, yakni intrinsik (internal) dan ekstrinsik (eksternal).

Baca Juga: Galang Dana Lawan COVID-19, LIB Lelang Seragam Klub Liga 1

Seperti, orang tua harus ikut terlibat, orang tua juga diminta untuk sering mendengar, orang tua dapat membantu anak untuk memutuskan dan memahami dengan segala bentuk konsekuensi yang ada.

Kemudian, orang tua juga harus belajar memahami kondisi si anak. hal ini kadang yang jarang terjadi, karena orang tua kurang paham/sensitif dengan apa yang terjadi, terutama saat anak bosan belajar.

Yohana juga menambahkan, orang tua dapat memberikan penghargaan atau reward bagi anak jika mencapai sesuatu yang telah disepakati sebelumnya, misalkan prestasi baik maupun hal-hal lainnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

USM Berikan Beasiswa 56 Atlet

Sabtu, 25 September 2021 | 16:57 WIB

Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Pendidik

Kamis, 23 September 2021 | 22:12 WIB
X