Kampus Out Of The Box Janji Tedjo Mulyono Jelang Pemilihan Direktur Polines

- Minggu, 11 Juli 2021 | 22:59 WIB
Dr. Ir. Tedjo Mulyono, MT (sm/dok)
Dr. Ir. Tedjo Mulyono, MT (sm/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Politeknik Negeri Semarang (Polines) segera melaksanakan pemilihan direktur. Jika menilik tahapan, maka akan dilaksanakan pada Agustus 2021 mendatang.

Sejauh ini ada 3 kandidat yang akan bertarung untuk memperebutkan posisi tersebut. Salah satu kandidat kuat adalah Dr. Ir. Tedjo Mulyono, MT.

Menjelang pemilihan, ia memaparkan sejumlah program kerja yang dinilai akan membawa Polines lebih maju. Yakni sejumlah program kerja yang out of the box, meski di beberapa bagian tetap melanjutkan sejumlah program yang berhasil dijalankan oleh direktur sebelumnya, Supriadi.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Kesadaran Kolektif Kunci Sukses PPKM Darurat

Dalam visi-misinya Tedjo berkomitmen, tidak hanya dengan perguruan tinggi, tetapi juga dengan perusahaan BUMN dan sejumlah industri ternama.

Hal pertama yang akan dilakukan adalah menyiapkan para mahasiswa Polines setelah lulus mampu terserap bekerja di dunia industri di era revolusi industri 4.0 saat ini.

"Tidak hanya itu, sistem informasi terintegrasi ke semua layanan (e-smart kampus) dan e-industrial collaboration center juga Kami disiapkan, sebagai wujud kerja sama dengan industri dalam bentuk sistem informasi link and match dengan industri, “ ujar Tedjo, Sabtu (10/7).

Dia juga siap mengangkat Polines di tingkat nasional maupun Internasional terutama menjadi perguruan tinggi vokasi unggul, inovatif, berkarakter, beretika, dalam bidang teknologi.

Menurutnya, berorientasi menghasilkan kinerja lembaga dan lulusan yang unggul di bidangnya sesuai kebutuhan mitra industri dan masyarakat.

Polines, tutur Tedjo, secara berkelanjutan menerapkan cara-cara inovatif agar dapat mengembangkan produk-produk (pembelajaran, hasil pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, kerja sama) yang inovatif.

Tedjo mengatakan untuk program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) juga akan menyelaraskan penyelarasan kurikulum dengan mitra industri (dudi), magang industri, teaching factory/industry, internship, expert lecture from industry, pembelajaran problem based learning untuk mendukung MBKM.

Ia menguraikan, pentingnya nilai filosofi untuk membangun semangat kerja, etos kerja, sikap kerja, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, cara berkomunikasi, menghargai orang lain, serta kepedulian sosial.

Hal tersebut, tutur Tedjo, tentunya diikuti dengan etika sebagai aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya yang terbuka, menghargai keberagaman dengan kesantunan, kepedulian dan empati pada orang lain.

Tedjo juga bertekad jika terpilih juga siap melaksanakan dan mengembangkan penelitian terapan inovatif dalam bidang teknologi dan bisnis berbasis pada kebutuhan industri dan masyarakat skala nasional dan internasional.

Baca Juga: Robby Purba Sangat Menyayangi Ayu Ting Ting, Berikut Pernyataannya

Hal ini Ia buktikan selama memimpin Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polines, hasil pemikirannya dan keterbukaanya terhadap tim-nya telah menelurkan berbagai karya berbasis teknologi.

Diantaranya yang segera dipatenkan adalah Aplikasi Pemantau Curah Hujan berbasis IoT (Internet Of Thing) yang membantu para pengambil kebijakan dalam membangun bendungan dan mitigasi bencana.

Di bidang pengabdian masyarakat akan dilaksanakan melalui hilirisasi teknologi inovatif yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat dan industri skala nasional dan internasional dalam bidang teknologi dan bisnis.

Bahkan, dia menambahkan juga akan mengembangkan kerja sama inovatif dengan pemangku kepentingan (stakeholders) baik nasional maupun internasional untuk meningkatkan mutu tridharma pendidikan tinggi vokasi.

Baca Juga: Go International, Perguruan Tinggi Dipacu Tingkatkan Akreditasi

Menurut pria yang menamatkan S2 nya di UGM dan S3 nya di UNDIP, dalam 5 program kerja utama diantaranya mendorong penelitian selain untuk meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan, serta pengabdian kepada masyarakat melalui hilirisasi teknologi inovatif yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat dan industri dalam bidang teknologi dan bisnis.

Tedjo, yang kelahiran Surakarta ini juga berkomitmen untuk melakukan tata kelola kampus yang akuntabel, adil, penjaminan mutu, efisiensi, efektif, dan produktif menuju otonomi perguruan tinggi dan pengembangan kerja sama inovatif dengan pemangku kepentingan. Hal ini selaras dengan tridarma pendidikan tinggi vokasi.

Pada Kelima program kerja utama yang Tedjo tuangkan dalam visi-misinya, memiliki sub program kerja di antaranya meningkatkan kualitas dan kuantitas input mahasiswa, dan bekerjasama dengan SMK untuk menyelaraskan kurikulum pembelajaran dan pengembangan dan penerapan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat melalui program kemitraan dengan industri, dunia usaha, dan entrepreneurship untuk mencetak SDM yang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

PBI UPGRIS Sukses Gelar 3 Program Kampus Merdeka

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:22 WIB

Gubernur NTT Raih Gelar Doktor di UKSW Salatiga

Senin, 25 Oktober 2021 | 10:48 WIB

UPGRIS-Dokkes Polda Jateng Gelar Vaksinasi Lanjutan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 21:40 WIB
X