Sekolahkan Anak, Orangtua Jangan Lupa untuk Banyak Literasi

- Jumat, 9 Juli 2021 | 12:00 WIB
Ilustrasi orang tua mengajari anak. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi orang tua mengajari anak. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Mengingat perkembangan zaman yang semakin dinamis terutama dengan mekarnya teknologi, orangtua yang berkepentingan dengan pendidikan buah hatinya mesti rajin-rajin perbanyak literasi.

Selain kemampuan finansial, langkah itu diperlukan di antaranya guna menyiapkan masa depan anak termasuk selepas menjalani pendidikan.

"Harus literate, untuk pekerjaan misalnya, karena perkembangan zaman, itu ada pekerjaan yang terhapus di masa mendatang, di sisi lain ada pekerjaan dengan kebutuhan mengadopsi teknologi," kata Pegiat Pendidikan, Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru, Ivan Ahda.

Baca Juga: PPKM Darurat, Anggaran Kesehatan Naik Tembus Rp 185,85 Triliun

Untuk itu, tantangan tersebut perlu disiapkan sejak dini termasuk menyiapkan pendanaannya.

Terlebih, pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan di masa mendatang itu lebih banyak menuntut kualifikasi yang tinggi.

Dengan kesiapan sejak awal itu diharapkan orang tua bisa mengantarkan anaknya hingga lulus dari perguruan tinggi.

Kenapa? Ivan menyebut bahwa dengan modal tersebut, benefit yang dihasilkan otomatis relatif lebih menjanjikan tak hanya bagi sang anak tapi juga lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Ini 8 Prosedur Isolasi Mandiri yang Baik dan Benar Menurut Kemenkes

"Pendidikan tinggi memberikan leverage paling tinggi juga, untuk karier, kesempatan dan peluang yang ada, dan termasuk bisa memberikan bantuan kembali ke keluarganya," katanya.

Hanya saja, pihaknya pun tak menampik bahwa hal itu bukanlah sebuah tantangan yang mudah.

Dia merujuk angka partisipasi kasar mereka yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang tersebut.

"Hanya 30 persen, data dalam dua tahun terakhir. Dibandingkan lainnya, ini termasuk rendah," katanya sambil mengingatkan bahwa daya dukung orang tua dalam pendanaan pendidik mempunyai kecenderungan menurun.

Managing Director for Customer Solution & Delight Prudential Indonesia, Himawan Purnama menambahkan bahwa proses pendidikan anak membutuhkan periode 20 tahun hingga level pendikan tinggi.

Kebutuhannya pun berkembang termasuk persoalan pembiayaan. Orang tua tak bisa menjadikan kebutuhan pendidikan anak pada saat ini sebagai patokan pada saat buah hatinya berproses mendapatkan pengajaran.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dosen USM Beri Pelatihan Ini ke Pelajar SMA

Jumat, 2 Juni 2023 | 17:14 WIB
X