Meningkatkan Literasi Menuju Pemberdayaan Ekonomi Mandiri

- Jumat, 9 Juli 2021 | 08:24 WIB
KUM Desa Kalicupak Lor membungkus telur dengan adonan yang terbuat dari campuran batu bata yang sudah dihancurkan, abu, dan garam. (suaramerdeka.com / dok)
KUM Desa Kalicupak Lor membungkus telur dengan adonan yang terbuat dari campuran batu bata yang sudah dihancurkan, abu, dan garam. (suaramerdeka.com / dok)

Mereka yang menganggur ikut bergabung berwirausaha, sehingga memiliki pendapatan dari hasil berjualan telur asin.

"Lumayan dapat penghasilan dari berjualan telur asin," kata Puji, warga lain yang belum lama bergabung dalam kelompok usaha telur asin.

Selain memberdayakan ekonomi warga setempat, program keaksaraan fungsional dan KUM menjadi akses menuju pendidikan berkelanjutan.

Di Desa Kalicupak Lor terdapat pendidikan kejar Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA).

Tenaga kependidikan Kelompok Belajar (Pokjar) Handayani Desa Kalicupak Lor, Supartinah mengatakan setelah program keaksaraan, motivasi masyarakat terhadap pendidikan terbangun.

Banyak warga tergugah mengikuti sekolah lanjutan. Bahkan, tidak hanya warga Desa Kalicupak Lor yang berminat, tapi ada warga desa tetangga yang mengikuti belajar pendidikan kesetaraan.

Proses belajar mengajar dilaksanakan di rumah warga, balai desa dan sekolahan. "Saya selalu mengedukasi dan mengajak warga yang tidak sekolah untuk ikut pendidikan kesetaraan," tuturnya.

Kebanyakan warga yang mengikuti pendidikan kesetaraan berusia produktif. Bahkan, keberadaan kelompok belajar ini telah membuka pola pikir warga desa setempat.

Orang tua di desa itu banyak yang menyekolahkan anak-anaknya hingga SMA. Bahkan, tidak sedikit pula yang sampai ke perguruan tinggi.

"Pikiran orang tua tergugah. Anak-anaknya disekolahkan sampai jenjang lebih tinggi. Anak saya juga sudah sarjana," kata Supartinah.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X