Akademikus Berperan Kembangkan Kewirausahaan Santri Menjadi Santripreneur

- Minggu, 28 Agustus 2022 | 21:29 WIB
HIBAHKAN : Tim pengabdian kepada masyarakat dari UPGRIS menghibahkan peralatan komputer dan perlengkapan penunjangnya kepada pengurus Ponpes Asshodiqiyah, Minggu 28 Agustus 2022. Peralatan ini diharapkan bisa untuk kembangkan kewirausahaan santri menjadi santripreneur.  (SM/Eko Fataip)
HIBAHKAN : Tim pengabdian kepada masyarakat dari UPGRIS menghibahkan peralatan komputer dan perlengkapan penunjangnya kepada pengurus Ponpes Asshodiqiyah, Minggu 28 Agustus 2022. Peralatan ini diharapkan bisa untuk kembangkan kewirausahaan santri menjadi santripreneur. (SM/Eko Fataip)




SEMARANG, suaramerdeka.com - Pengembangan santripreneur atau kewirausahaan bagi kalangan santri tak lepas dari peran dan keterlibatan serta dukungan akademikus.

Pengetahuan para dosen bisa ditransfer kepada para santri dengan sinergisitas yang baik antara perguruan tinggi dengan pondok pesantren (Ponpes) untuk mengembangkan santripreneur.

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) misalnya, memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para santri di Ponpes Asshodiqiyah, Kota Semarang agar menjadi santripreneur.

Baca Juga: Didaulat Jadi Tuan Rumah, Udinus Sosialisasi Sinta pada Verifikator LPPM di Jateng

"Tujuan utamanya tentu untuk mencetak santri agar lebih mandiri. Mereka diharapkan tidak saja pintar dalam bidang ilmu agama, tetapi juga mahir dalam berwirausaha," kata ketua tim pengabdi, Dr Mahmud Yunus MPd di Ponpes Asshodiqiyah, Minggu 28 Agustus 2022.

Tim pengabdi ini juga beranggotakan Dr Haryono MH dan Dr Sri Suneki MSi serta melibatkan sejumlah mahasiswa dari beberapa jurusan di bidang terkait.

"Kami melibatkan mahasiswa dari jurusan Pendidikan Ekonomi dan PPKN untuk memberikan pemahaman mengenai kewirausahaan kepada para santri," ujarnya.

Adapun judul yang diangkat dalam kegiatan pengabdian ini yakni "Digitalisasi Koperasi Santri untuk Menciptakan Santripreneur di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Kota Semarang".

Baca Juga: Menkes Targetkan 60 Persen Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri Gunakan Komponen Lokal

Yunus menilai, potensi santri untuk menekuni dunia usaha terbuka lebar. Mereka dinilai sudah memiliki pendidikan karakter yang kuat, mulai dari tanggung jawab, hingga kejujuran yang merupakan modal utama dalam berwirausaha.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

STIE AMA Salatiga Dijadikan Kampus Berbasis Wirausaha

Senin, 5 Desember 2022 | 22:41 WIB

Manfaatkan Kemasan Produk, Dosen FE USM Bekali UMKM

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:42 WIB
X