Lulusan Perguruan Tinggi Butuh Serifikat Kompetensi Bila Ingin Diterima Industri

- Sabtu, 26 Juni 2021 | 13:57 WIB
Wakil Ketua Totalwin, Dian Kurniasari (kanan), secara virtual membuka webinar sosialisasi sertifikasi kompetensi untuk manajemen sumberdaya manusia. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)
Wakil Ketua Totalwin, Dian Kurniasari (kanan), secara virtual membuka webinar sosialisasi sertifikasi kompetensi untuk manajemen sumberdaya manusia. (suaramerdeka.com / Hari Santoso)

Era revolusi industri juga menuntut lulusan kampus bukan lagi adu ijazah. Melainkan harus bertarung mempertaruhkan keterampilan dan kompetensi yang dipunyai.

Selebihnya lulusan perguruan tinggi dengan tingkat sumberdaya yang unggul akan menjadi semacam menjadi pendukung dalam usaha melahirkan pemimpin masa depan.

Tak kurang pemerintah sudah menyiapkan berbagai tahapan menuju ke arah itu. Dian Kurniasari menambahkan forum yang digelar secara daring ini sangat penting.

Tujuan sosialisasi untuk memperkenalkan dan memberikan informasi perlunya sertifikasi kompetensi. Era modern perusahaan dan dunia indutri tidak lagi memprioritaskan kemampuan akademi tetapi mencari alumnus kampus yang dibekali kompetensi berupa keahlian penunjang.

Di sisi lain seiring dengan tuntutan zaman telah banyak berdiri organisasi profesi dan lembaga kredibel untuk memberikan label kompeten bagi lulusan dan mahasiswa perguruan tinggi.

Mereka pula yang akan memberikan penilaian untuk nantinya diterbitkan sertifikasi kompetensi.

Penting adanya mahasiswa menerima bekal semacam itu untuk senjata dan keunggulan saat terjun di dunia kerja.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jurnal Akta Unissula Peroleh Akreditasi Sinta 2

Rabu, 26 Januari 2022 | 08:48 WIB

Begini Kriteria Calon Rektor Unnes Periode 2022-2026

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:16 WIB
X