PTM Terbatas Menyesuaikan dengan PPKM Mikro, Perlu Disiapkan Matang

- Sabtu, 26 Juni 2021 | 12:27 WIB
Dialog Produktif  yang  diselenggarakan  KPCPEN  dan disiarkan di FMB9ID_IKP. (suaramerdeka.com / dok)
Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan di FMB9ID_IKP. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Menteri Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan, telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. 

Pada  tahun  ajaran  baru  2021-2022  yang  jatuh  pada  Juli  ini, sekolah diberikan opsi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas untuk menghindari dampak-dampak negatif berkelanjutan pada peserta didik.

Mengamati situasi melonjaknya kasus Covid-19 dan penebalan peraturan pembatasan kegiatan masyarakat  (PPKM),  SKB  Empat  Menteri  tersebut  diperkuat  dengan Instruksi  Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021, yang menyebutkan daerah zona hijau, kuning, dan jingga, dapat menerapkan pembelajaran  PTM  Terbatas.

Baca Juga: SE Pembatasan Mobilitas dan Cuti ASN Diterbitkan, Simak 2 Poin Utamanya

Sementara  zona  merah  wajib  menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.

Direktur SD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd menegaskan jika PTM Terbatas perlu dipersiapkan dengan matang oleh pihak sekolah dan juga disokong orang tua murid serta lingkungan di sekitarnya.

PTM Terbatas bisa digelar dengan syarat daerah yang menggelar PTM Terbatas bukan zona merah,” terang Sri Wahyuningsih pada Dialog Produktif  yang  diselenggarakan  KPCPEN  dan disiarkan di FMB9ID_IKP, Kamis (24/6).

Baca Juga: Ganjar Minta Izin kepada Ortu Mahasiswa Kesehatan, Agar Bolehkan Anaknya Bantu Penanganan Covid-19

Menurut  Sri,  PTM Terbatas  harus  dipersiapkan  sedini  mungkin,  mulai  dari  memenuhi daftar periksa dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan dalam SKB 4 Menteri.

“Sekolah harus memenuhi daftar periksa.Yang tidak kalah penting, sekolah harus menyiapkan satgas Covid-19 tingkat sekolah. Sekolah harus duduk bersama, mennyosialisasikan persiapan PTM Terbatas kepada orang tua, bekerja sama dengan komite sekolah, sehingga orang tua pun memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya PTM Terbatas ini,” tegas Sri.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jurnal Akta Unissula Peroleh Akreditasi Sinta 2

Rabu, 26 Januari 2022 | 08:48 WIB
X